KKP: Kepulauan Anamba Berpotensi untuk Pengembangan Mutiara

   •    Minggu, 03 Dec 2017 11:03 WIB
kelautan dan perikanan
KKP: Kepulauan Anamba Berpotensi untuk Pengembangan Mutiara
Mutiara. ANT/R. Rekotomo.

Jakarta: Kajian yang dilakukan tim peneliti Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan bahwa Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, berpotensi besar dalam pengembangan budidaya mutiara.

Ketua STP Mochammad Heri Edy menyatakan, penelitian di bidang budidaya mutiara, saat ini masih sangat sedikit di Indonesia.

"(Penelitian) belum ada diperairan Anambas, padahal potensinya yang sangat besar," kata Mochammad Heri dikutip dari Antara, Minggu, 3 Desember 2017.

Untuk itu, ujar dia, STP bekerjasama dengan Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (ASBUMI) berupaya mengembangkan budidaya mutiara atas permintaan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas.

Dalam hal ini, STP menggandeng mitra penelitiannya, yakni United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) dan University of Tasmania (UTAS), dalam meneliti spesies lokal yang dapat dijadikan kandidat untuk pengembangan budidaya mutiara.

"Mari kita bersama-sama dalam memanfaatkan potensi ini. Kita rekatkan para peneliti di bidang ini. Kita kerja sama dengan berbagai pihak. Dengan Anambas sudah bekerja sama sejak 2012. Juga dengan ASBUMI, UNIDO, dan UTAS," papar Ketua STP.

Menurut Heri, pemain di dunia dalam bidang produksi mutiara tidak banyak dan Indonesia sebenarnya dapat menjadi yang nomor satu, tetapi sayangnya pasar masih dikuasai oleh Jepang.

Karena banyaknya peluang tersebut, lanjutnya, maka dinilai juga masih banyak peluang Indonesia untuk mengembangkannya sehingga penelitian di bidang mutiara penting untuk dilakukan.

Sementara itu, dosen STP Mochammad Nurhudah menyampaikan, perairan Anambas sangat potensial untukdikembangkan budidaya mutiara, khususnya spesies "pinctada margaritifera/black lip pearl oyster" (tiram mutiara bibir hitam) dan "golden/silver lip pearl oyster" (tiram mutiara bibir emas/perak).

Sedangkan Direktur Utama Morotai Marine Culture Sutrisno Sukendi, yang juga tergabung dalam ASBUMI mengatakan, perairan Anambas sangat potensial untuk dikembangkan budidaya mutiara karena rendah polusi, banyaknya area laut yang cocok, dan kondisi laut yang relatif terlindung oleh ombak besar.

Wakil Ketua Umum Asbumi Nelia Suhaimi mengatakan, Indonesia merupakan penghasil mutiara terbesar dengan kualitas terbaik. Bahkan sebesar 70 persen hasil produksinya digunakan oleh Jepang.

"Tapi sayangnya mutiara-mutiara tersebut tertulis made in Japan. Karena itu Indonesia harus mandiri, bukan hanya bisa memproduksi tapi juga harus bisa mengolahnya lebih lanjut," pungkas Nelia.


(SAW)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA