Pemerintah Buka Peluang Investor untuk Tingkatkan Produksi Ikan

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 09 Jan 2018 07:41 WIB
perikanankelautan dan perikanan
Pemerintah Buka Peluang Investor untuk Tingkatkan Produksi Ikan
Ilustrasi (FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana)

Jakarta: Pemerintah menekankan bahwa peningkatan produksi kelautan akan menjadi fokus kedepannya dan salah satunya adalah program penangkaran ikan. Langkah itu menjadi penting dilakukan dalam rangka mendukung optimalisasi pertumbuhan ekonomi agar lebih berkualitas dan merata.

Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menekankan bahwa pemerintah sangat mendukung segala macam investasi untuk meningkatkan sektor produksi perikanan. Namun pemerintah mempunyai tiga syarat untuk investor.

"Presiden memerintahkan semua investasi yang membawa kebaikan maka kita lakukan dengan tiga syarat," kata Luhut, di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Senin malam 8 Januari 2018.

Luhut menyebut teknologi yang dipakai oleh investor harus ramah lingkungan. Pemerintah tidak mematok teknologi itu dari mana berasal asalkan ramah lingkungan pemerintah akan langsung mendukung. "Pertama harus teknologi ramah lingkungan," ucap dia.

Kedua, penggunaan tenaga asing diperbolehkan hanya sampai empat tahun. Sisanya diprioritaskan menggunakan tenaga kerja lokal. "Kedua dia boleh gunakan tenaga asing selama tiga sampai empat tahun petama. Karena kalau langsung tenaga kita banyak hampir 50 persen lulusan SD," ungkap dia.

Ketiga, lanjut Luhut, sebisa mungkin program kelautan bermanfaat dari hulu ke hilir. Sehingga banyak efek berganda yang di dapat dari setiap prosesnya. "Ketiga harus dari hulu ke hilir," imbuh dia.

Untuk fokus penangkaran ikan, Luhut menambahkan, pola kerja harus sudah diubah. Dahulu ikan yang diproduksi untuk dikalengkan dan saat ini ikan yang diproduksi untuk dikirimkan dalam bentuk segar atau fozen. Ia yakin bentuk frozen lebih banyak diminati untuk ekspor.

"Sehingga kita ingin ikan itu bisa dibawa dengan pesawat terbang supaya nilainya lebih tinggi. Misalnya di Maluku Utara, ada penangkaran ikan dan lapangan terbang. Kita perpanjang dan bawa pesawat, misalnya, ke Jepang. Seperti ikan tuna segar harganya akan lebih tinggi," tutup dia.


(ABD)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

4 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA