Industri Perlu Membuat Skema Transformasi Bisnis

   •    Kamis, 02 Nov 2017 13:09 WIB
tenaga kerjaphk
Industri Perlu Membuat Skema Transformasi Bisnis
Ilustrasi. Pekerja melinting rokok sigaret kretek di salah satu industri rokok di Tulungagung, Jawa Timur. (Foto: Destyan Sujarwoko)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kenaikan upah minimum provinsi, regional maupun kota setiap tahun berdasarkan ketentuan dalam PP Nomor 78 Tahun 2015 selalu menimbulkan kekhawatiran akan pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi para karyawan.

Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri menilai persoalan PHK pada dasarnya tidak bisa diselesaikan hanya mengandalkan Kemenaker sebagai 'wasit' antara pekerja dan pengusaha. Masalah PHK harus dicarikan solusinya sama-sama oleh sejumlah pihak yang terkait.

"Penyebab PHK salah satunya kalau upah terus digenjot ke atas pasti akan berdampak PHK. Inilah yang kita jaga agar lebih seimbang, itu juga yang harus dipahami oleh teman-teman pekerja," ungkap Hanif, dalam Metro Pagi Primetime, Kamis 2 November 2017.

Tak bisa dipungkiri, faktor lain penyebab PHK adalah perkembangan teknologi dan persaingan bisnis. Faktanya, beberapa kasus seperti retail harus menutup gerai hingga gulung tikar karena faktor teknologi dan persaingan bisnis yang semakin ketat.

Hanif mengatakan bahwa peluang PHK bisa diminimalisasi jika semua industri di Indonesia punya skema transformasi perusahaan. Skema transformasi bisnis ini dinilai perlu menjadi prioritas manakala teknologi dan ketatnya persaingan semakin berkembang.

"Kalau ini tidak diantisipasi, tidak ada strategi transformasi, akan menciptakan industrial shock," kata Hanif.

Industrial shock, kata Hanif, bisa berupa dua hal; business shock dan manpower shock. Business shock bisa terjadi lantaran perusahaan tak mampu bersaing sehingga mengalami kebangkrutan kemudian menutup usahanya.

Sedangkan manpower shock terjadu ketika perusahaan hanya karena ingin memenangkan persaingan lalu dilakukan efisiensi habis-habisan dengan melakukan PHK mendadak dan dalam jumlah yang besar.

Dua hal itulah yang kemudian membuat pemerintah menjaga dan mendorong agar industri maupun pengusaha menyiapkan skema transformasinya.

"Contoh kalau mau otomotisasi, boleh, dalam rangka menguatkan daya saing. Tapi skemanya seperti apa agar dampaknya bisa diantisipasi," jelasnya.




(MEL)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

6 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA