Menpar: Pembentukan Badan Otorita Parawisata Borobudur Permudah Investor

   •    Minggu, 11 Feb 2018 11:00 WIB
pariwisata
Menpar: Pembentukan Badan Otorita Parawisata Borobudur Permudah Investor
Borobudur. ANT/Anis Efizudin.

Jakarta: Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pembentukan Badan Otorita Pariwisata Borobudur akan mengurangi birokrasi yang berbelit-belit sehingga memudahkan investor untuk masuk dan mengembangkan kawasan Candi Borobudur.

Saat peluncuran BOP dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Borobudur di Candi Borobudur, Magelang, Jumat malam (9/2), Menteri Arief Yahya mengaku tidak khawatir akan terjadi tumpang tindih kebijakan dengan Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah.

"Karena dalam Badan Otorita ini, ada 'one stop service' atau pelayanan terpadu satu pintu. Jadi investor tidak akan diping-pong dari satu dinas ke dinas lain," kata Menpar dikutip dari Antara, Minggu, 11 Februari 2018.

Arief menjelaskan pembentukan Badan Otorita Pariwisata Borobudur bukan hanya untuk menggenjot pendapatan dari sektor wisata, melainkan juga menjaga situs warisan dunia itu agar tetap lestari untuk generasi mendatang. Badan Otorita memiliki dewan pengarah yang diketuai Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan dan beranggotakan semua menteri terkait dan gubernur, dalam hal ini Yogyakarta dan Jawa Tengah.



Menteri Pariwisata dan Menko Kemaritiman pun telah menunjuk Indah Juanita sebagai Dirut Badan Otorita Pariwisata Borobudur. Indah dinilai berpengalaman setelah 20 tahun mengelola pembangunan Nusa Dua di Bali dan Mandalika di Lombok.

Menurut Arief, BOB akan menangani hal-hal terkait koordinatif infrastruktur dan fasilitas dasar dengan kementerian terkait seperti Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan. "Badan Otorita itu akan berwenang di zona otoritatif, yaitu di Purworejo dengan luas zona 309 hektare. Di luar itu kembali ke pemerintahan biasa," ujarnya.

Ada pun Badan Otorita Pariwisata Borobudur dibentuk sejak tanggal 4 Januari 2018, berdasarkan Peraturan Presiden tentang Pembentukan Badan Otoritas Pariwisata Borobudur tahun 2017 lalu. Kawasan Candi Borobudur termasuk dalam Warisan Budaya Dunia (World Cultural Masterpiece) dan menjadi salah satu ikon pariwisata di Indonesia.

"Borobudur adalah ikon yang kita pilih untuk Jogja dan Jawa Tengah, ini bukan untuk membedakan Jogja dan Jawa Tengah. Tidak relevan kita mempermasalahkan batas-batas administrasi untuk destinasi wisata," kata Arief.

Infrastruktur untuk mendukung konektivitas ke Borobudur juga terus digenjot, di antaranya melalui pembangunan Bandara Internasional New Yogyakarta (NYIA) Kulon Progo, Kereta Bandara, Jalan Tol dan Pelabuhan Kapal Pesiar Tanjung Mas.


(SAW)