PT Pos Indonesia Belum Siap Layani e-Commerce Skala Nasional

Desi Angriani    •    Kamis, 11 Jan 2018 19:43 WIB
pos indonesia
PT Pos Indonesia Belum Siap Layani <i>e-Commerce</i> Skala Nasional
PT Pos Indonesia (Persero). ANT M Agung Rajasa.

Jakarta: Presiden Joko Widodo meminta PT Pos Indonesia (Persero) sebagai tulang punggung pengiriman logistik yang menfasilitasi seluruh pemain di industri perdagangan online atau e-commerce. Namun perusahaan pelat merah itu menyatakan belum siap menjembatani seluruh layanan pengiriman e commerce ke pelosok negeri. 

"Kami belum siap, tapi kami diberikan tugas itu," kata Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Gilarsi Wahyu Setijono saat ditemui di Hongkong Cafe, Jakarta, Kamis, 11 Januari 2018.

Gilarsi mengungkapkan selama dua tahun terakhir, perseroan masih kesulitan dalam beradaptasi dengan perubahan landscape bisnis digital ekonomi di dalam negeri meski PT Pos Indonesia memiliki infrastrutkur yang memadai untuk mengirimkan barang dari sender ke receiver. 

"Dua tahun ini tidak cukup panjang untuk berubah, raksasa yang tertidur perlu bangun. Disrupsi tidak hanya mempengaruhi ritel company tapi juga mempengaruhi perposan," tutur dia.

Untuk mengantisipasi pertumbuhan e-commerce ke depan, PT Pos Indonesia bakal membenahi infrastruktur pendukung khususnya sistem pelayanan dan pengiriman barang. Setidaknya perdagangan online diprediksi tumbuh 20 persen beberapa tahun mendatang. Pertumbuhan itu akan meningkatkan volume pengiriman barang dari dua juta paket menjadi 20 juta paket per hari. 

"Harus ada investasi yang berani untuk mengubah infrastruktur untuk mengantisipasi peningkatan volume barang yang harus dikirim 10 kali lipat," tutur dia. 

Adapun perseroan menyiapkan sebesar Rp880 miliar untuk mengembangkan infrastruktur dan teknologi pengiriman logistik tahun ini. 

"Total investasi 2018 senilai Rp880 miliar," pungkas dia. 


(SAW)


Pengalihan Komando BP Batam Disebut Membuat Gaduh

Pengalihan Komando BP Batam Disebut Membuat Gaduh

1 day Ago

Pengalihan komando Pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam kepa…

BERITA LAINNYA