Mengenal Sertifikat Hak Milik Rumah Susun

Pelangi Karismakristi    •    Kamis, 05 Oct 2017 11:35 WIB
properti
Mengenal Sertifikat Hak Milik Rumah Susun
Ilustrasi: Rusun Jatinegara Barat, Jakarta (Antara Foto/Wahyu Putro)

Metrotvnews.com, Jakarta: Rumah susun dan apartemen menjadi hunian alternatif, terutama bagi masyarakat perkotaan. Ada banyak hal yang mesti Anda pahami tentang rumah susun (rusun), terutama soal sertifikat kepemilikan. Apakah sama dengan landed house?
 
Definisi apartemen menurut KBBI Daring adalah tempat tinggal yang terdiri atas ruang duduk, kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan sebagainya yang berada pada satu lantai bangunan bertingkat yang besar dan mewah, dilengkapi berbagai fasilitas (kolam renang, pusat kebugaran, toko, dan sebagainya). Sedangkan, rusun adalah gedung atau bangunan bertingkat terbagi atas beberapa tempat tinggal (masing-masing untuk satu keluarga); flat.
 
Perbedaan antara apartemen dan landed house, yaitu Landed house memiliki  Sertifikat Hak Milik (SHM) sebagai bukti legal kepemilikan dan pendirian bangunan. Sedangkan, rusun atau apartemen memiliki Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS), atau yang biasa disebut strata title. Setiap unit Rusun atau apartemen punya SHMSRS sesuai luas masing-masing unit. Ini berlaku untuk rumah susun umum maupun komersial.
 
Perbedaan lainnya, SHMSRS terdapat bagian bersama, benda bersama, tanah bersama. Sedangkan, landed House (SHM) tidak memiliki hal tersebut. SHMSRS dapat diterbitkan apabila sebuah kawasan telah selesai dibangun secara keseluruhan dan telah dilakukan pertelaan.

Developer ketika melakukan transaksi jual beli kepada konsumen mengeluarkan surat PPJB (Pengikatan Perjanjian Jual Beli) sebagai pengikat untuk saling menguatkan secara hukum antara penjual dan pembeli, sebelum melangkah ke tahap AJB (Akte Jual Beli) ketika sertifikat sudah diterbitkan.  PPJB merupakan bukti kepemilikian sementara yang sah bagi konsumen, dan PPJB tetap dapat diperjualbelikan.
(ROS)