Kelapa Sawit Indonesia Diserang Kampanye Hitam, Mentan Tetap Optimistis

Gervin Nathaniel Purba    •    Senin, 27 Nov 2017 20:58 WIB
berita kementan
Kelapa Sawit Indonesia Diserang Kampanye Hitam, Mentan Tetap Optimistis
Pekerja mengangkut hasil panen kelapa sawit (Foto:Antara/Sahrul Manda Tikupadang)

Serdang Bedagai: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta masyarakat tidak khawatir terhadap kampanye hitam memboikot produk minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) Indonesia.

Menurutnya, saat ini Indonesia terus mengembangkan konversi sawit ke biofuel. Upaya ini sebagai bentuk respons bahwa Indonesia tidak takut terhadap kampanye hitam yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

"Sawit kita di Eropa ada sekitar 3,2 juta ton. Konversi minyak sawit ke biofuel saat ini sudah mencapai tiga juta ton," ujar Amran, dijumpai di Desa Kota Tengah, Kecamatan Dolok Masihol, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, Senin, 27 November 2017.

Amran menjelaskan, nantinya minyak kelapa sawit yang dikonversikan ke biofuel akan ditingkatkan dari B.15 menjadi B.20 (campuran 20 persen minyak sawit dalam bahan bakar). Kemudian, akan ditingkatkan lagi menjadi B.30.

"Kita konversi dari sawit ke biofuel kurang lebih tiga juta. Kita tingkatkan ke tujuh juta. Kita menuju B.15 ke B.20. Bisa kemungkinan nanti B.30.  (13 juta minyak sawit yang dikonversi). Jadi enggak usah ragu. Aman untuk Indonesia. Percayalah," ujar Amran, tegas.

Amran mengaku selalu berkomunikasi dengan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dalam menyikapi kampanye hitam ini. "Kita melakukan serangan balik untuk kampanye hitam ini," ucapnya.

Komitmen pemerintah untuk mewujudkan pertanian yang berkelanjutan telah membuahkan hasil positif. Berdasarkan data The Economy Inteligent Unit di Inggris, Indonesia berada di urutan 16 di dunia untuk kategori Suistanable Agriculture atau pertanian berkelanjutan.

"Posisi ini di atas Amerika dan Tiongkok," ucap menteri kelahiran Bone itu.


(ROS)