Cara Menyiasati Mahalnya Harga Tiket Pesawat

Desi Angriani    •    Selasa, 15 Jan 2019 15:17 WIB
bisnis maskapai
Cara Menyiasati Mahalnya Harga Tiket Pesawat
Ilustrasi. (FOTO: MI/Usman)

Jakarta: Banyak cara dalam menyiasati mahalnya tarif tiket penerbangan domestik khususnya kelas ekonomi. Bahkan, harga tiket murah masih bisa diperoleh tanpa perlu menunda rencana plesiran maupun kebutuhan dinas luar kota.

Pengamat Penerbangan Alvin Lie membagikan sejumlah tips untuk mendapatkan tiket murah. Pertama, memilah waktu penerbangan secara tepat dengan menghindari momen high season, seperti musim liburan, akhir pekan, sampai hari-hari sibuk untuk perjalanan bisnis.

Kata Alvin, harga tiket pesawat bisa lebih murah bila menghindari jam-jam sibuk seperti pukul 07.00-09.00 WIB pagi dan pukul 16.00-20.00 WIB. Dengan kata lain, harga murah biasanya dijual pada siang hari dan penerbangan akhir di malam hari.

"Kalau mau lebih murah ya pasti agak kurang nyaman dengan jamnya," ucap Alvin saat dihubungi Medcom.id di Jakarta, Selasa, 15 Januari 2018.

Selanjutnya, bisa memanfaatkan kartu keanggotaan atau member maskapai agar mendapat poin atau reward berupa pemotongan harga hingga tiket gratis. Namun, cara lain bisa dengan memilih penerbangan dengan rute transit. Cara ini efektif menekan budget ketimbang membeli tiket penerbangan langsung.

Pengamat Penerbangan Gerry Sujatman menambahkan maskapai penerbangan berbiaya rendah atau Low Cost Carrier (LCC) biasanya kerap mengubah harga beberapa kali dalam sehari mengikuti permintaan penumpang.

Ada pula maskapai yang menggunakan metode harga akan semakin mahal bila dipesan jauh-jauh hari. Sebaliknya, harga lebih murah jika dipesan satu bulan sebelum keberangkatan. Artinya, masyarakat yang ingin berpergian menggunakan moda transportasi udara disarankan lebih sering mengecek harga tiket dan melakukan perbandingan harga.

"Ada berbagai metode dalam mengotak-atik harga. Kalau kebanyakan metode maskapai di sini makin jauh hari makin mahal, terus begitu sebulan baru turun disesuaikan dengan demand karena merasa orang tidak akan membeli jauh-jauh hari," kata Gerry kepada Medcom.id.

 


(AHL)