Sevel Tutup, Modern Internasional Lari ke Bisnis Alkes dan Digital

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 06 Jul 2017 18:46 WIB
7-eleven
Sevel Tutup, Modern Internasional Lari ke Bisnis Alkes dan Digital
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat . MTVN/Dian Ihsan Siregar.

Metrotvnews.com, Jakarta: Seluruh gerai 7-Eleve‎n (sevel) yang ada di Indonesia sudah tidak beroperasi lagi per akhir Juni 2017. Hadirnya sevel di negeri ini hanya berlangsung sembilan tahun, sejak 2008 hingga 30 Juni 2017. Sevel merupakan usaha yang dijalankan oleh PT Modern Sevel Indonesia (MSI). MSI memiliki induk usaha yakni PT Modern Internasional Tbk (MDRN). 

Setelah tutupnya semua gerai sevel, manajemen Modern Internasional mendatangi PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Kedatangan MDRN disambut oleh ‎dua direksi bursa, yakni Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat ‎dan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Alpino Kianjaya. Samsul menyatakan, setelah tidak lagi menjalankan bisnis sevel, manajemen MDRN akan fokus kembali ke bisnis digital dan alat kesehatan (alkes) yang selama ini pernah digeluti.

"Mereka masih punya bisnis selama ini, dia akan fokus pada bisnis utama mereka yaitu bisnis digital, satu lagi alkes disitu. Jadi sebenarnya pendapatan perusahaan masih ada," kata Samsul, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Kamis 6 Juli 2017.

Modern Internasional, tutur Samsul, sangat menyadari, bahwa bisnis Sevel yang dijalani saat ini harus diatur ulang. Makanya, manajemen berencana untukmemperkuat lini bisnis lainnya, serta mencari lini bisnis yang baru.

Terkait bisnis baru, Samsul enggan menceritakannya secara gamblang ke awak media. Tapi, yang pasti mereka mau balik ke bisnis utama lagi.

 "Dia belum ada rencana yang lain. Ya artinya kalau rencana bisnis baru nanti mungkin ada. Cuma kan mereka enggak bisa sebutkan sekarang, enggak tahu bagaimana nanti. Yang pasti bisnisnya mereka bukan hanya ini, mereka akan balik ke bisnis utama lagi," sebut Samsul.

Adapun bisnis barunya, lanjut Samsul, mereka akan menjalankan paparan publik atau public expose (PE) dalam waktu dekat. 

"Mereka jelasin tentang usaha perusahaan. Mereka mau public expose minggu depan. Dia mau publik expose secepatnya," tutup Samsul.



(SAW)