7-Eleven Pastikan 1.300 Karyawan Mendapat Pesangon

Desi Angriani    •    Jumat, 14 Jul 2017 14:37 WIB
7-eleven
7-Eleven Pastikan 1.300 Karyawan Mendapat Pesangon
Seluruh gerai 7-eleven ditutup akhir Juni 2017. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Modern Sevel Indonesia memastikan 1.300 karyawan dari seluruh gerai 7-Eleve‎n (Sevel) di Indonesia yang di PHK mendapatkan pesangon. Penutupan secara permanen dilakukan akibat batalnya akuisisi dan bisnis Sevel dengan anak usaha CPIN PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.

"Total karyawan toko dan kantor pusat sekitar 1.200-1.300 orang yang sudah diberhentikan. Kewajiban hak karyawan sudah dipenuhi," ujar Direktur Komersial Modern Sevel Indonesia Ivan Budiman dalam public expose di Kantor Sevel, Jalan Matraman Raya, Jakarta, Jumat 14 Juli 2017.


Direktur Modern Internasional Donny Susanto (FOTO: MTVN/Desi)

Ivan menuturkan ada dua prioritas utama PT Modern Sevel Indonesia setelah melakukan penghentian bisnis 7-Eleven. Pertama melokalisir masalah yang ada di perseroan dengan menyelesaikan kewajiban-kewajiban terhadap karyawan, pemerintah, kreditur, dan para pemasok.

"Akan jual aset yang tidak digunakan untuk bayar kewajiban," ungkapnya.

Kedua, menyuntik modal kerja dan menghidupkan kembali bisnis-bisnis unit yang masih berjalan dan berpotensi besar. Setidaknya, PT Modern Internasional masih memiliki bisnis unit Medical Imaging yang memegang hak distribusi tunggal Medical Imaging Equipment dengan merk Shimadzu dan Dental Imaging Equipment dengan merk Sirona.




"Di mana bisnis ini masih mempunyai potensi yang sangat besar dengan target pasar klinik dan rumah sakit baik swasta maupun pemerintah," ungkap dia.

Selain itu, Perseroan juga masih memiliki entitas anak PT Modern Data Solusi yang memegang hak distribusi tunggal untuk RICOH copy mesin dengan target perkantoran dan percetakan yang masih berpotensi besar untuk dikembangkan.

"Dengan berjalannya kembali dan berkembangnya bisnis-bisnis unit yang ada, diharapkan dapat menopang operasional perseroan pasca-penghentian operasional bisnis 7-Eleven," tandasnya.


Paparan publik yang digelar Modern Internasional. (FOTO: MTVN/Desi)

Seperti diketahui, Modern Internasional mengumumkan menutup seluruh gerai 7-Eleven pada akhir Juni 2017. Gerai 7-Eleven dikelola Modern International melalui anak usahanya, yakni PT Modern Sevel Indonesia.

Dalam pengumuman resmi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat 23 Juni 2017, emiten berkode MDRN itu menyebutkan bahwa penutupan tersebut berkaitan dengan gagalnya kesepakatan penjualan waralaba kepada PT Charoen Phokphand Restu Indonesia.


(AHL)