Dorong Laju Perekonomian

Efisiensi di Industri Telko Tidak Bisa Dihindari

Angga Bratadharma    •    Minggu, 06 Aug 2017 14:32 WIB
telekomunikasi
Efisiensi di Industri Telko Tidak Bisa Dihindari
Ilustrasi menara telekomunikasi (ANTARA FOTO/Joko Sulistyo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) Merza Fachys menilai efisiensi di industri teknologi informasi dan telekomunikasi tidak bisa dihindari. Pasalnya, efisiensi merupakan suatu tuntutan yang terjadi dalam proses bisnis yang terus berulang.

"Efisiensi di bisnis telko merupakan proses bisnis yang berulang dan suatu tuntutan yang tak bisa dihindari," ujar Merza, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu 6 Agustus 2017.

Pernyataan Merza tersebut mengomentari tren di industri teknologi informasi global yang cenderung mengurangi jumlah pekerja digantikan teknologi yang makin canggih serta pergeseran preferensi konsumen yang kian dinamis. Adapun industri tenologi informasi sekarang ini perlu mendorong laju perekonomian, tentu dengan tidak memberikan efek negatif.

"Ibaratnya kalau nafasnya berat, sudah saatnya cari tempelan dengan nafas yang masih panjang. Kalau tidak, ya diambil alih oleh mereka yang nafasnya masing panjang," katanya.

Terkait isu tentang adanya efisiensi yang mengarah pada Pemutusan Hubungan erja (PHK) di industri teknologi informasi dan telekomunikasi, Merza menyerahkan hal tersebut pada kebijakan perusahaan. "Kalau itu (keputusan) masing-masing perusahaan," paparnya.

Menanggapi arah kebijakan Menkominfo yang mendorong operator telekomunikasi untuk berkonsolidasi, Merza menilai, seluruh pihak diminta mawas diri dalam menilai perusahaan apakah masih bisa bernafas panjang atau tidak. "Sehingga bisa benar-benar diketahui untuk perlu tidaknya konsolidasi di masa seperti ini," ucap Merza.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pernah memberi sinyal agar operator telekomunikasi berkonsolidasi. Sebab kerugian terus diderita oleh operator telko, khususnya yang baru bergabung di sektor tersebut. Konsolidasi ini salah satu solusi guna memangkas kerugian mereka.

"Untuk menyelamatkan mereka, saya bantu cutting loss, kalau rugi berhenti sampai situ saja tapi namanya ego, ya sudah makan saja itu ego," pungkasnya.


(SAW)