Kata Rachmat Gobel soal Penyelamatan Nyonya Meneer

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 11 Aug 2017 12:49 WIB
nyonya meneer
Kata Rachmat Gobel soal Penyelamatan Nyonya Meneer
Pengusaha Rachmat Gobel berniat menyelamatkan Nyonya Meneer. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengadilan Negeri (PN) Semarang menyatakan kepailitan perusahaan jamu asal Semarang, PT Nyonya Meneer. Putusan itu keluar setelah Majelis Hakim mengabulkan permohonan kreditur untuk membatalkan perjanjian damai atas pelunasan utang perusahaan jamu legendaris yang telah berdiri sejak 1978.

Usai diputus pailit, pengusaha Rachmat Gobel pun berniat untuk mengambil alih perusahaan jamu asal Semarang tersebut. "Insya Allah (niat ambil Nyonya Meneer)," kata Rachmat Gobel kepada Metrotvnews.com, Jumat 11 Agustus 2017.

Mantan menteri perdagangan tersebut juga berterima kasih banyak atas perhatian yang telah diberikan oleh kalangan media dalam memberitakan masalah yang menimpa Nyonya Meneer.

Terkait mekanisme pengambilalihan Nyonya Meneer, Gobel hanya sedikit berkomentar jika dirinya akan memberitahu detail investasi yang akan dilakukannya.

"Nanti akan saya beri tahu kalau sudah ada waktunya ya," sebut Rachmat Gobel singkat.

Baca: Nyonya Meneer Dinyatakan Pailit

Keputusan pailit Nyonya Meneer ini keluar setelah Majelis Hakim mengabulkan permohonan kreditur konkuren asal Turisari, Kelurahan Palur, Kabupaten Sukoharjo, Hendrianto Bambang Santoso, untuk membatalkan perjanjian damai atas pelunasan utang perusahaan jamu legendaris tersebut.

"Intinya para pemohon ini minta dibatalkan atas perjanjian yang dulu. Dulu ada perkara antara Nyonya Meneer dengan kreditur. Mereka membuat perjanjian untuk dalam sekian tahun harus melunasi," kata Hakim Anggota PN Semarang, Wismonoto.

Namun demikian, dalam rentang waktu yang telah disepakati kedua pihak, Nyonya Meneer tidak melakukan pelunasan utang secara signifikan.

"Sehingga mereka meminta perjanjian tersebut dibatalkan dan dalam persidangan hampir 60 hari ini seperti itu, pailit," ungkap Wismonoto.

Baca: Pailit, Aset Perusahaan Nyonya Meneer Dibekukan

Majelis Hakim pun sudah memberi waktu bagi kreditur dan Nyonya Meneer untuk berdamai. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan itu kesepakatan damai tidak tercipta.

Perusahaan jamu Nyonya Meneer telah berdiri sejak 1919. Keterbatasan dan keprihatinan masa pendudukan Belanda di awal 1900-an tidak menjadikan Nyonya Meneer  putus asa di saat sang suami jatuh sakit.

Berbekal sedikit pengetahuan, Nyonya Meneer meracik aneka tumbuhan dan rempah untuk diminum suaminya. Ternyata ramuan itu mujarab, padahal berbagai pengobatan tidak mampu memulihkan kondisi sang suami.

Cikal bakal industri jamu terbesar di Indonesia ini merupakan perusahaan keluarga yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah. Melalui putri Nyonya Meneer, pada 1940 didirikan cabang toko Nyonya Meneer di Jalan Juanda, Pasar Baru, Jakarta Pusat dan terus berkembang hingga 2015.

Bahkan, perusahaan jamu Nyonya Meneer pada 2006 berhasil memperluas pemasaran jamu ke Taiwan sebagai bagian ekspansi perusahaan ke pasar luar negeri setelah sebelumnya berhasil memasuki Malaysia, Brunei, Australia, Belanda, dan Amerika Serikat.

 


(AHL)