OJK Minta Warga Antisipasi Investasi Bodong UN Swissindo

   •    Minggu, 27 Aug 2017 18:00 WIB
ojk
OJK Minta Warga Antisipasi Investasi Bodong UN Swissindo
ilustrasi OJK. Ant/Fanny.

Metrotvnews.com, Tasikmalaya: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya meminta agar masyarakat jangan terpengaruh dengan investasi bodong yang dilakukan oleh United Nation World Trust International Orbit (UN Swissindo). Karena pimpinan UN Swissindo Sugihartonotonegoro alias Sino sudah memberikan surat pernyataan untuk menghentikan kegiatan tersebut.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya, Iwan M Ridwan mengatakan, pihaknya meminta agar masyarakat berada di wilayah Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran dan Garut agar tidak tergiur penawaran investasi bodong yang telah dilakukan oleh UN Swissindo. 

Hal ini karena tim satuan tugas penanganan dugaan tindakan melawan hukum pada bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan Investasi (Satgas Waspada Investasi) akan telah menindak tegas jika ada kegiatan investasi tersebut.

"Kami meminta seluruh anggota UN Swissindo di Indonesia termasuk di wilayah Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Garut dan Pangandaran untuk menghentikan kegiatan yang dilakukan oleh UN Swissindo. Karena investasi tersebut merupakan penipuan dan sekarang ini sedang ditangani oleh Bareskrim Polri," katanya, dikutip dari Media Indonesia Minggu, 27 Agustus 2017. 

Iwan mengungkapkan, modus penipuan yang dilakukan oleh UN Swissindo sendiri telah pemberian voucher human obligation VM1 di mana masyarakat harus menyetor uang sebesar Rp100 ribu dan dapat mengambil uang sebesar USD 1.200 atau Rp15,6 juta di salah satu perbankan yakni di Bank Mandiri.

"Modus lain investasi yakni mereka memberikan penawaran pelunasan kredit macet dan masyarakat harus menyetorkan uang sejumlah Rp500 ribu sampai Rp1 juta. Sedangkan lembaga perbankan seperti Bank Mandiri sudah menginformasikan kegiatan yang dilakukan mereka tidak benar dan mereka akan melakukan penipuan," ujarnya.

Selain itu, Iwan mengatakan tidak ada nomor rekening UN Swissindo di Bank Mandiri dan kalau pun ada terkait pelunasan kredit macet, sudah jelas antara bank dan debitur yang bisa menyatakan atau melakukan tindakan tersebut dan tentunya di luar itu tidak bisa. Karena mereka berdasarkan laporan yang diterima, tidak ada masyarakat Tasikmalaya yang menjadi korban investasi bodong dilakukan UN Swissindo tersebut.

Sementara Kepala tim sistem pembayaran dan manajemen intern pengedaran uang rupiah Bank Indonesia, Eman Patria mengatakan Bank Indonesia tidak tercatat nama UN Swissindo sebagai pemilik Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tetapi pihaknya meminta agar masyarakat berhati-hati jika dikemudian hari menemui penawaran tersebut.

"Masyarakat dimintai agar berhati-hati jika menemui penawaraan untuk berinvestasi yang mengatasnamakan Bank Indonesia mohon konfirmasi ke pihak BI. Karena terkait adanya perusahaan atau perorangan yang memiliki SBI akan dapat ditentukan benar atau tidaknya dan yang jelas investasi yang mereka sudah jelas bodong dan tidak dipertanggung jawabkan," pungkas dia. 



(SAW)