Kuartal I

BPJS Ketenagakerjaan Bayar Klaim Rp12 Triliun

Desi Angriani    •    Selasa, 16 May 2017 06:25 WIB
bpjs ketenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan Bayar Klaim Rp12 Triliun
lustrasi kantor BPJS Ketenagakerjaan. (MTVN/Gervin Purba)

Metrotvnews.com, Jakarta: BPJS Ketenagakerjaan selama kuartal pertama 2017 telah membayarkan klaim pada para peserta sebesar Rp12 triliun dari target Rp56 triliun di akhir tahun.

Dirut Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, peningkatan jumlah iuran baru mengalami peningkatan pada kuartal II dan seterusnya.

"Klaim terbesar berasal dari Jaminan Hari Tua (JHT) yang mencapai Rp4,8 triliun," ungkapnya seusai menandatangani MoU dengan BPS di Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Senin 15 Mei 2017.



Sementara untuk program Jaminan Kematian (JKM) hingga akhir Maret  lalu BPJS telah membayarkan klaim sebesar Rp154 miliar. Sementara Jaminan Kecelakaan Kerja Rp232 miliar dan Jaminan Pensiun Rp5,2 miliar.

Sementara itu sampai dengan kuartal I-2017, dia mengungkapkan total dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan telah mencapai Rp269 triliun.

Sebagian besar dana kelolaan tersebut ditempatkan pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai sekitar 62 persen, deposito 15 persen, saham 17 persen, reksa dana 7 persen, dan investasi langsung 1 persen.

"Selalu sesuai ketentuan yang ada Sebagian besar di surat utang negara 62 persen, deposito 15 persen, saham 17 persen, reksa dana 7 persen," tuturnya.

Adapun total dana yang dialokasikan untuk infrastruktur berjumlah Rp48 triliun. Dana tersebut mayoritas dikeluarkan melalui obligasi pemerintah atau dari dana kelolaan.




"Total dana kita yang sudah dialokasikan kita surat berharga untuk infrastruktur Rp48 triliun, tidak investasi lansung tapi melalui obligasi di pasar modal," ungkap dia.

Lebih lanjut, Agus mengungkapkan jumlah dana kelolaan yang mencapai Rp269 triliun per kuartal I-2017 itu mengalami kenaikan sebesar 19 persen jika dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya.


(SAW)