Alasan Pemerintah Ingin Bekerja Sama dengan Tiongkok

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 11 Jul 2017 15:11 WIB
indonesia-tiongkokproyek strategis nasional
Alasan Pemerintah Ingin Bekerja Sama dengan Tiongkok
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut tiga alasan mengapa ingin bekerja sama dengan investor Tiongkok dalam pembangunan beberapa proyek strategis.

Dia menyebut, bekerja sama dengan Tiongkok menetapkan bunga kecil. Dalam bekerja sama dengan Tiongkok pun biasanya memiliki 'nilai' karena negara akan mendapat penerimaan dari pajak, serta menciptakan lapangan kerja.

"Kita suka (Tiongkok), kenapa? Karena bunganya kecil, punya nilai panjang penerimaan pajak, lapangan kerja," sebut Luhut usai Rakornas Satgas Illegal Fishing, di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa 11 Juli 2017.

Luhut mengungkapkan, setelah Morowali, daerah yang sudah dibidik Tiongkok dalam menanamkan investasinya di Indonesia adalah Danau Toba. Investasi yang akan dikeluarkan negeri Tirai Bambu di Danau Toba akan mencapai USD10 miliar.

Baca: KPPIP: Dari 225 Proyek Strategis, 16 Proyek Telah Rampung

"Dia mau bangun rail road dari Medan sampai Danau Toba, dia mau bangun infrastruktur. Saya pikir dia mau investasi kecil, dia bilang kami siap sampai USD10 miliar," ucap dia.

Selain itu, sebelumnya, dalam konferensi OBOR (High Level on Belt and Road Inniciative) Pemerintah Indonesia juga menawarkan beberapa program investasi kepada Tiongkok.

Di Sumatera Utara, pemerintah menawarkan pembangunan infrastruktur bandar udara Kualanamu yang terintegrasi dengan jalan dari Parapat, Sibolga, Pekanbaru, Duri, hingga Dumai. Bentuk kerja sama pembangunan jalan ini akan dilakukan memakai skema konsorsium seperti skema investasi yang dilakukan di Morowali.

Sementara di Kalimantan Utara, pemerintah akan menawarkan investasi di sektor energi yakni pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan.

Sedangkan di Sulawesi Utara pemerintah menawarkan pembangunan proyek integrasi kota Bitung. Di daerah Bitung akan dibuat 'one industrial land' yang mencakup mulai dari industri, tol road, jalan kereta api, pelabuhan, pengembangan bandara dan pembangunan power plant dan properti area.

 


(AHL)