Pemerintah Targetkan Industri Tekstil Tumbuh hingga 1,7 Persen

Annisa ayu artanti    •    Senin, 10 Jul 2017 07:27 WIB
imporekspor-impor
Pemerintah Targetkan Industri Tekstil Tumbuh hingga 1,7 Persen
Ilustrasi/Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Dalam Negeri Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Hanan Supangkat. Foto: Istimewa

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) tumbuh positif hingga 1,6-1,7 persen pada 2017 atau naik dibanding tahun 2016 yang mencapai 1,2 persen.

Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Achmad Sigit Dwiwahjono. Ia mengatakan, perlu ada insentif untuk mendorong kinerja industri tekstil.

"Untuk itu, insentif yang diperlukan guna mendorong kinerja industri TPT antara lain penurunan tarif energi listrik dan gas," kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, Senin 10 Juli 2017.

Selain itu, ia menyebutkan dibutuhkan juga perlindungan pasar dalam negeri dari impor ilegal serta kemudahan akses penjualan ke dalam negeri serta insentif ekspor.

Kemenperin mencatat, industri TPT mampu menyumbang devisa negara sebesar USD11,87 miliar atau 8,2 persen dari total ekspor nasional pada tahun 2016. Sementara itu, nilai ekspor sektor ini pada periode Januari-Mei 2017 sekitar USD5,11 juta atau naik 3,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sigit menjelaskan, industri TPT dinilai dapat menjadi jaring pengaman sosial dengan menyerap tenaga kerja. Pada Januari-Mei 2017, terserap sebanyak 2,69 juta tenaga kerja. Pada tahun 2016, nilai investasi industri TPT mencapai Rp7,54 triliun.

"Selama tiga tahun terakhir, industri TPT nasional mengalami kontraksi dalam pertumbuhannya. Hal ini didorong oleh investasi baru maupun perluasan pabrik," ungkap Sigit.

Nilai investasi industri TPT sampai triwulan I tahun 2017 untuk penanaman modal asing, mencapai USD174,51 ribu atau naik 17,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD147,92 ribu.

Lebih lanjut, Sigit menyampaikan, produk domestik bruto (PDB) atas harga dasar berlaku untuk Industri TPT sampai dengan triwulan I tahun 2017 mencapai Rp35,98 triliun atau naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp35,60 triliun.

"Pertumbuhan industri TPT pada triwulan I-2017 juga mengalami kenaikan sekitar 0,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016," tuturnya.

Menurut Sigit, tren kenaikan pertumbuhan produksi yang dialami industri tekstil dan pakaian jadi tersebut, dikontribusikan dari sektor skala mikro dan kecil dengan masing-masing menyumbang sekitar 7,96 persen dan 5,40 persen.

"Hal ini menunjukkan industri skala mikro, kecil dan menengah menjadi pemasok utama untuk pasar dalam negeri," pungkas dia.

 


(DHI)