Sri Mulyani Pernah Dimarahi Anak Pakai Jam Seharga USD35

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 20 Jun 2017 15:24 WIB
rehat
Sri Mulyani Pernah Dimarahi Anak Pakai Jam Seharga USD35
Menkeu Sri Mulyani. (FOTO: MI/Permana)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati terkenal cerdas namun juga dinilai sebagai salah satu menteri yang fashionable karena pintar memadupadankan busana.

Bahkan, banyak di antara rekan-rekan wartawan yang sering meliput Ani mengatakan jika busana yang Ani gunakan untuk kerja sehari-hari -yakni batik- atau pada acara-acara resmi menggunakan kebaya sangat cocok dan terlihat bagus.

Namun, siapa sangka di balik penampilan feminin mengenakan kebaya atau dress batik, Ani suka menggunakan jam tangan sport.

Dirinya lantas mengungkapkan harga jam tangan tersebut murah jika dibanding dengan jam tangan yang dikenakan pejabat negara pada umumnya yang bermerek. Harganya hanya USD35 atau setara dengan Rp465.500 (kurs Rp13.300 per USD).

"Ini jam Timex, saya beli di K-Mart waktu nengok anak saya di kampus sibuk daftar, orangtua enggak ada kerjaan, sama suami jalan-jalan ada K-Mart," cerita Ani saat buka puasa bersama media, di kantornya, Jakarta Pusat, Senin malam 19 Juni 2017.

Ani menyebutkan, jam tangan yang digunakannya ini dual timer. Sebab waktu masih bertugas di Bank Dunia, dirinya sering sekali mengunjungi berbagai negara di dunia, namun harus berbeda tempat dengan suaminya. Sehingga dia bisa mengatur satu untuk jam waktu Indonesia atau suaminya berada, satu lagi untuk waktu di negara yang dia kunjungi.


Menkeu Sri Mulyani saat menunjukkan jam tangannya. (FOTO: MTVN/Suci Sedya)

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini tambah percaya diri saat menggunakan jam tersebut karena water resist atau antiair. Sehingga ketika dia berolahraga dan terkena keringat tak akan rusak.

Ani tak mempermasalahkan harganya yang murah. Dia bilang, menggunakan jam dengan harga yang murah, jika kehilangan tak akan menjadi beban. Malah karena murah jam tersebut tak pernah hilang. Sebenarnya, kata Ani, dirinya sempat juga dimarahi sang anak karena menggunakan barang murah. Sebab, tak dipandang tak pas dari segi jabatan yang dia emban waktu itu.

"Anak saya yang marahin, 'mamah kalau kerja di Managing Director World Bank, your salary level enggak memperbolehkan mamah beli barang yang terlalu rendah, nanti mengganggu segmentasi'. Tapi saya bilang enggak apa-apa kok, sampai sekarang masih jalan," tutur wanita kelahiran Bandar Lampung ini.

Mengenai gaya busana yang dia gunakan, Ani mengaku tak ada fashion stylish yang mengatur penampilannya. Dia bilang terkadang stok busana yang digunakan yakni rancangan sang kakak yang juga seorang desainer.

Namun memang ada beberapa desainer ternama seperti Didit Maulana, Edo Hutabarat yang suka menelepon ingin sekali membuatkan busana untuk dirinya. Tapi dia menegaskan, menjadi pejabat negara tidak boleh menerima endorse.

"Enggak tahu kenapa semua orang ngelihat saya ingin ngasih, wajah saya memelas kali ya. Tapi busana mayoritas dari kakak ipar saya, dia punya butik sendiri," jelas Ani.


(AHL)