Begini Cara Bank Dapat Untung dari e-Money

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 19 Sep 2017 19:41 WIB
transaksi non tunai
Begini Cara Bank Dapat Untung dari e-Money
Kepala Pusat Program Transformasi BI, Onny Widjanarko. MTVN/EKo Nordiansyah.

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyebutkan jika saat ini perbankan masih merugi dari penjualan bisnis uang eletronik (e-money). Hal ini dikarenakan pendapatan yang masih rendah karena penggunaan e-money yang masih rendah pula di masyarakat.

Kepala Pusat Program Transformasi BI, Onny Widjanarko mengatakan, kecilnya penggunaan itu menyebabkan biaya yang ditanggung bank menjadi lebih besar. Apalagi biaya perawatan (maintenance) untuk bisnis e-money masih tinggi bagi perbankan.

"Kalau volumenya dan saldonya kecil biayanya besar, tapi kan nanti semakin tumbuh, semakin banyak pengguna e-money, ada titik di mana ini akan berbalik untung," kata Onny di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa 19 September 2017.

Dirinya menambahkan, ketika volume penggunaan e-money meningkat maka keuntungan bank juga akan meningkat. Apalagi BI juga mendorong elektronifikasi transaksi melalui program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

"Jika nantinya pengguna e-money ini sudah banyak, dan bank sudah untung, maka sama juga. Kita kembali akan melakukan peninjauan tarif lagi, karena pasti sudah efisien," jelas dia.

Untuk pembelian kartu e-money saja, bank harus mengeluarkan dana USD2 untuk satu kartu. Saat ini biaya tersebut yang menyebabkan perbankan mengenakan biaya ketika nasabah membeli kartu e-money.

Sementara itu, pengenaan biaya isi ulang (top up) e-money bukan bertujuan untuk mencari keuntungan bagi bank. Sehingga besar ataupun kecil biaya yang akan diatur nantinya diharapkan bisa memberi keuntungan bagi bank namun tak membebani nasabah.





(SAW)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA