Darmin: Penurunan Kemiskinan Berjalan Sangat Lambat

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 09 Aug 2017 17:27 WIB
kemiskinan
Darmin: Penurunan Kemiskinan Berjalan Sangat Lambat
Ilustrasi Kemiskian. (FOTO: ANTARA/Hafidz)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menko Perekonomian Darmin Nasution menyadari saat ini penurunan tingkat kemiskinan di Tanah Air berjalan sangat lambat. Meskipun mengalami penurunan, namun tak langsung bisa sebesar yang diharapkan.

"Kata orang kemiskinan lebih mudah ditangani dari pada ketimpangan. Tapi yang kita alami kemiskinan lebih lambat sekali turunnya," kata Darmin dalam acara Indonesia Development Forum, Westin Hotel, Jakarta Selatan, Rabu 9 Agustus 2017.

Menurut Darmin, perlambatan tersebut perlu diwaspadai. Sebab, pandangan para ahli mengatakan pertumbuhan ekonomi relatif sejalan dengan pengurangan kemiskinan. Artinya kalau pertumbuhannya tercatat bagus, maka tingkat kemiskinannya juga bagus.

Indonesia merupakan negara yang bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi dibanding negara lainnya. Namun, tingkat kemiskinan masih relatif tinggi.

Data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Maret 2017 jumlah pendidik miskin di Indonesia mencapai 27,77 juta orang atau 10,64 persen, bertambah sebesar 6,90 ribu orang dibandinghkan dengan kondisi September 2016 yang sebesar 27,78 juta orang atau 10,70 persen.

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, diakui Darmin, pemerintah saat ini berupaya ekstra mencari solusi terbaik yakni dengan mengguyur bantuan sosial bagi 40 persen masyarakat menengah ke bawah.

Program-program sosial seperti program keluarga harapan (PKH) yakni dengan memberikan bantuan langsung diperbaiki. Bantuan yang sebelumnya diberikan dalam bentuk barang seperti beras sejahtera (rastra) akan dikonversi dalam bentuk nontunai agar lebih tepat sasaran.

Sebab pemerintah menyadari bahwa bantuan yang selama ini diberikan bisa jadi tak jelas siapa yang menerima.

"Hari-hari ini kita coba perbaiki penyaluran rastra dan PKH, belum menyeluruh tapi sudah mulai kita ubah sasarannya, dari beras ke nontunai," jelas dia.

 


(AHL)