Pasar Kondominium Masih Stabil

   •    Rabu, 11 Oct 2017 19:07 WIB
apartemen
Pasar Kondominium Masih Stabil
Ilustrasi apartemen. (ANT/Reno Esnir).

Metrotvnews.com, Jakarta: Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) menyatakan pasar kondominium atau hunian vertikal pada saat ini cukup stabil dan masih menunjukkan pergerakan yang cukup aktif di kelas menengah ke bawah.

"Aktivitas penjualan pasar kondominium secara umum berada di tingkat yang cukup stabil selama enam bulan terakhir," kata Head of Residential JLL Indonesia, Luke Rowe dikutip dari Antara, Rabu 11 Oktober 2017. 

Menurut dia, hal tersebut terlihat antara lain dari tingkat serapan yang rata-rata tetap berada di angka 64 persen. Selain itu, ujar dia, para pengembang juga dinilai masih cukup aktif dalam meluncurkan kondominium baru di Jakarta Pusat, Barat, dan Utara. Peluncuran tersebut, lanjutnya, tidak hanya untuk kelas menengah ke bawah tetapi juga mulai diluncurkan untuk kondominium kelas atas.

Sebelumnya, Pengembang PT Duta Paramindo Sejahtera menginginkan pengelola apartemen di berbagai lokasi di Jakarta juga mendukung pengembangan konsep transit oriented development yang selaras dengan upaya menggalakkan transportasi massal.

Direktur Utama PT Duta Paramindo Sejahtera Rudy Herjanto Saputra di Jakarta, Rabu 4 Oktober menyatakan, konsep TOD yang tengah dikembangkan oleh Kementerian Perhubungan khususnya di sejumlah lokasi angkutan massal, sejak awal telah menjadi konsep pengembangan apartemen Green Pramuka, yang dibangun pengembang tersebut.

"Sejak awal Green Pramuka dibangun lewat konsep intergrasi antara tempat tinggal, pusat bisnis yang terintegrasi dengan jaringan transportasi publik. Jadi sejak awal Green Pramuka sangat mendukung adanya fasilitas transportasi massal bagi penghuni," ujarnya.

Konsep TOD, lanjut Rudy, harus didukung mixed-use development atau sistem multifungsi seperti perkantoran, hotel, tempat tinggal, dan area komersial yang dikembangkan menjadi satu kesatuan.

Untuk itu, PT Duta Paramindo Sejahtera sebagai pengembang Green Pramuka sejak lama telah diperhitungkan dibangun pada posisi yang mudah dijangkau menggunakan kendaraan massal komuter seperti KRL dan Transjakarta.

Selain itu, kebijakan terkait suku bunga acuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia mesti benar-benar diperhatikan dengan baik karena hal itu berpotensi untuk menggairahkan kinerja properti untuk pembelian atau penjualan apartemen.

"Untuk kelas menengah ke bawah, concern utama mereka adalah terkait daya beli baik untuk memenuhi down payment (uang muka) atau mencicil kredit setiap bulan. Jadi faktor suku bunga perbankan sangat penting dan sangat mempengaruhi mereka," kata Senior Associate Director Research Colliers International Ferry Salanto dalam paparan properti yang digelar di Jakarta, Selasa 3 Oktober.

Apalagi, Ferry juga mengingatkan bahwa untuk tahun 2017 ini jumlah pembeli perumahan, baik apartemen maupun rumah tapak, jumlah yang membeli menggunakan KPR lebih besar dibandingkan dengan pada beberapa tahun lalu.


(SAW)