Genjot Kualitas SDM, Indonesia 'Impor' Profesor

M Sholahadhin Azhar    •    Rabu, 07 Mar 2018 20:39 WIB
ekonomi indonesia
Genjot Kualitas SDM, Indonesia 'Impor' Profesor
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto. (Foto Dokumentasi Biro Humas Kemenperin).

Jakarta: Persaingan global tak bisa dihindarkan, termasuk di ranah ekonomi. Untuk itu, perlu peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi Tanah Air. Salah satu langkah pemerintah membuka kesempatan perguruan tinggi internasional untuk beroperasi di Indonesia.

"Jadi profesornya kita bawa ke Indonesia supaya mahasiswa kita bisa mengakses gelar profesor dengan mudah dan semakin banyak. Saat ini mahasiswa kita banyak yang kuliah di luar negeri, tetapi ke depannya mahasiswa dari luar negeri akan banyak datang untuk belajar di Indonesia," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu, 7 Maret 2018.

Perguruan tinggi dan tenaga pengajar dari luar akan ditempatkan di kawasan-kawasan ekonomi khusus. Banyak kemudahan ditawarkan, salah satunya perizinan bagi pendidik asing yang ingin mengajar di Indonesia. 

Menurut Airlangga, strategi ini sebagai kesiapan SDM dalam menyongsong bonus demografi pada 2020-2030. Sebab tumbuhnya jumlah angkatan kerja yang produktif tersebut dapat memacu kinerja ekonomi nasional.

"Sejarah membuktikan, peluang itu muncul pada saat negara mengalami bonus demografi. Contohnya Jepang, pertumbuhan ekonominya mencapai 5 persen ketika bonus demografi, tetapi setelah masa itu lewat pertumbuhannya rendah menjadi 0,9 persen," kata Airlangga.

Negara lainnya, Tiongkok, juga sempat meraih pertumbuhan ekonomi hingga 9,2 persen pada saat bonus demografi. Namun merosot jadi 6,7 persen setelah momentum tersebut selesai. Hal serupa juga dialami Singapura dan Thailand. 

Untuk itu, peluang emas Indonesia dalam membangkitkan perekonomian itu tidak boleh terlewatkan. Perbaikan ekonomi di Tanah Air, juga terlihat dari empat aspek selama 15 tahun terakhir.

"Pertama, populasi tenaga kerja meningkat lebih dari 30 juta yang ditopang dengan naiknya gaji sebesar dua kali lipat. Kedua, pertumbuhan konsumsi meningkat pula delapan kali lipat, dimana saat ini menyumbangkan 55 persen dari PDB," pungkas Airlangga.


(HUS)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

4 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA