GPN Berlaku, Biaya Transaksi Gesek Kartu Turun jadi 1%

Desi Angriani    •    Senin, 04 Dec 2017 20:31 WIB
transaksi non tunai
GPN Berlaku, Biaya Transaksi Gesek Kartu Turun jadi 1%
Illustrasi. ANT/Ismar Patrizki.

Jakarta: Penerapan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) atau National Payment Gateway mendorong efisiensi biaya infrastruktur teknologi perbankan. Sistem pembayaran terintegrasi yang baru saja diresmikan tersebut bisa menurunkan biaya transaksi dari awalnya tingkat merchant discount rate (MDR) sebesar 2-3 persen kini menjadi 1 persen.

MDR atau Merchant Discount Rate merupakan potongan sejumlah uang yang dikenakan bank kepada merchant (pemilik outlet) terkait transaksi yang dilakukan pada mesin EDC perbankkan.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan selama ini kartu debit dan kredit tertentu tidak bisa digunakan di semua mesin EDC sehingga biaya transaksinya akan tinggi.

"Kita mau meyakinkan bahwa harga transaksi lebih efisien tadinya MDR itu 2-3 persen per transaksi jadinya hanya 1 persen," ujarnya di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin Jakarta, Senin, 4 Desember 2017.

Sebelum GPN berlaku, potongan sangat bervariasi tergantung dari jenis kartu yang digunakan dan EDC bank mana yang dipakai untuk transaksi. Potongan MDR ini berkisar antara 0 persen sampai maksimal 2,5 persen, tergantung kesepakatan dari pihak bank dan merchant. Namun kini Bank Indonesia menetapkan tarif Charge tersebut sebesar 1 persen dan mulai berlaku esok hari.

"Terkait dengan merchant Discount Rate karena sebelumnya penerbit itu bangun infrastruktur nya sendiri dan ada eksklusifitas nanti baik ATM kartu debit dan uang elektronik transaksinya bisa dilakukan di Indonesia. Dulu mesti bayar 2-3 persen sekarang akan turun jadi 1 persen," tutur dia.

Kepala Pusat Program Transformasi BI Onny Widjanarko menambahkan,  bank sentral juga akan mengatur logo nasional GPN di setiap kartu ATM/Debit dan uang elektronik mulai 1 Januari 2018. Masyarakat akan mendapatkan biaya yang lebih murah dibandingkan tarif normal saat ini yang berkisar Rp6.000 sampai Rp6.500.

"Nanti kan ada kartu logo GPN domestik. Bank harus nyedian itu. Nah itu biaya adminnya lebih murah dibanding kartu Visa/mastercard per bulannya," ujar Onny.

Selain itu masyarakat yang menggunakan kartu debit berlogo Garuda ini juga akan mendapatkan diskon dari merchant.

Adapun Sistem GPN tersebut terdiri atas Standard, Switching, dan Services atau jasa pada sistem pembayaran domestik.Untuk Lembaga standar GPN dikelola oleh Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) yang akan membuat standar teknologi sistem pembayaran seperti penerapan integrasi dalam uang elektronik.

Kemudian ada empat penerbit uang elektronik yang menyepakati kerja sama saling terhubung dan dapat dioperasikan di berbagai mesin yakni uang elektronik dari PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk, PT Bank Mandiri Persero Tbk, PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk, dan PT Bank Central Asia Tbk.

Tujuh bank penerbit kartu debit juga menyepakati kerja sama saling terhubung dan dapat dioperasikan di berbagai mesin yakni PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk, PT Bank Mandiri Persero Tbk, PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk, dan PT Bank Central Asia Tbk, PT CIMB Niaga Tbk, PT Bank Permata Tbk dan PT Artha Graha Tbk.

Sedangkan lembaga switching terdiri dari empat perusahaan yakni lembaga baru bentukan perusahaan-perusahaan negara yakni Jalin Pembayaran Nusantara, kemudian Artajasa Pembayaran Elektronik, Rintis Sejahtera, dan Alto Network. Lembaga ini yang bertugas memproses transaksi pembayaran domestik, khususnya untuk interoperabilitas dan interkoneksi.


(SAW)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA