Tingkat Elektronifikasi Tol JORR W2 Capai 85%

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 13 Oct 2017 19:38 WIB
transaksi non tunaijasa marga
Tingkat Elektronifikasi Tol JORR W2 Capai 85%
Ilustrasi. (ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerbang tol milik PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ), yakni JORR W2 Utara dari Kebon Jeruk-Ulujami sudah bisa melayani pembayaran nontunai. Tingkat elektronifikasinya tercatat mencapai 85 persen, sedangkan sisanya 15 persen masih melayani pembayaran tunai.

Direktur Utama MLJ Edwin Cahyadi mengatakan, tol Kebon Jeruk-Ulujami memiliki panjang 7,76 kilometer (km). Adapun dari 10 gerbang tol, setidaknya 42 gardu sudah melayani pembayaran nontunai.

"Iya semua gardunya sudah bisa e-payment, kita semua gardu di gerbang tol kita sudah bisa menerima e-payment. Sebesar 85 persen untuk pakai e-payment dan 15 persen lagi yang masih bayar tunai," kata Edwin, ditemui di Graha CIMB Niaga, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat 13 Oktober 2017.

Perseroan optimistis bisa menerapkan pembayaran nontunai di seluruh gerbang tol mereka per 31 Oktober 2017. "Tapi kita kasih waktu sampai 31 Oktober ini semuanya menggunakan e-payment, 31 Oktober harus semua e-payment, saya sudah menunjang kegiatan itu," ungkap Edwin.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Hery Trisaputra Zuna memastikan, seluruh gerbang tol yang ada di Indonesia sudah siap menggunakan pembayaran non tunai pada 31 Oktober 2017. Bahkan, ada beberapa gerbang tol yang lebih dahulu, sebelum batas waktu yang telah ditentukan.

‎"Kalau 31 Oktober 2017, di seluruh jalan tol kita pastikan sudah siap tidak ada lagi pembayaran tunai," kata Hery.

Beberapa gerbang tol yang sudah siap, bilang Hery, karena ruas tersebut infrastrukturnya sudah siap. Sebagai contoh, gerbang tol yang ada di Bali dan Purbaleunyi, Bandung. "Kalau Bali kan mulai 1 Oktober, di sana sudah siap pembayaran non tunai. Karena sudah siap, makanya gerbang tersebut terlebih dahulu diaplikasikan pembayaran ‎nontunai," jelas dia.

Untuk merealisasikan langkah pembayaran nontunai di seluruh ruas gerbang tol‎, sebut Hery, nantinya akan ada rapat bersama Bank Indonesia (BI) pada pertengahan September ini. "Ada rapat, kita dengan BI, integrasi jalan tol. Sosialisasi kampanye roadshow, nontunai lebih banyak dibandingkan dengan hybrid. Selain itu ada pertahapan 100 persen nontunai," papar Hery.

Hingga Juli 2017, sambung dia, progre‎s pembayaran nontunai di jalan tol baru mencapai 30 persen. "Berbagai tahapan dilakukan, seperti saat ini BCA sedang melakukannya di Jabodetabek, BCA sudah dioperasikan di Jabodetabek, selain dengan Himbara," pungkas Hery.

 


(AHL)