Dukung IPO Go-Jek di Indonesia, Menkominfo Rayu BEI

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 12 Feb 2018 19:29 WIB
Dukung IPO Go-Jek di Indonesia, Menkominfo Rayu BEI
Menkominfo Rudiantara (MI/Rommy Pujianto).

Jakarta: Demi menyukseskan PT Go-Jek Indonesia (Gojek) menjalani penawaran umum perdana saham (IPO) di pasar modal Indonesia, ‎Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengaku, telah berkomunikasi empat mata dengan manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hal ini, menurut Rudiantara, memberikan peluang bagi driver Go-Jek bisa menyerap saham perusahaan yang merupakan mitranya sendiri. "Saya bicara dengan BEI, tukang ojek jadi pemegang saham. Saya ingin dorong itu. Semoga bisa bergerak cepat," ungkap Rudiantara, ‎ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin, 12 Februari 2018.

Jika Go-Jek mencatatkan sahamnya di luar Indonesia, Rudiantara sangat menyayangkan hal tersebut. Karena, negeri Garuda tidak dapat apa-apa pada saat perusahaan digital hasil karya dalam negeri IPO di luar negeri.

"‎Kalau mereka listed di luar negeri dapat apa di Indonesia? Semua sistem regulasi di Indonesia ini harus diubah. Sebelum mengubah orang lain, diri sendiri harus berubah," tutur Rudiantara.

‎BEI pernah menyebutkan bahwa bursa sedang mendorong tiga perusahaan unicorn bisa mencatatkan sahamnya‎ (IPO) di pasar modal Indonesia. Ketiga perusahaan tersebut terdiri dari PT Gojek Indonesia (Go-Jek), PT Tokopedia, dan Bukalapak.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengaku telah meminta langsung rencana mendorong ketiga perusahaan untuk IPO di bursa saham Indonesia. Meski demikian, ketiga perusahaan tersebut belum menindaklanjuti permintaan dari bursa. "Karena pendapatan mereka itu lebih dari 90 persen di Indonesia, jadi tolong lah listed juga di Indonesia," kata Tito.

Dia menuturkan ketika tiga perusahaan itu mencatatkan sahamnya di bursa akan bisa meningkatkan pendapatannya. Tito meyakini pelaku pasar akan menyerap ketiga saham tersebut.

Bukan hanya ketiga perusahaan tersebut, Tito juga telah membidik sejumlah perusahaan rintisan di sektor teknologi untuk bisa IPO. ‎Namun, perusahaan berbasis teknologi ini masih terganjal belum adanya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Gojek memang memiliki keinginan untuk IPO di Indonesia. Namun, niat baik tersebut masih terkendala beberapa persyaratan maupun regulasi yang ada.

"IPO ini topik yang sangat menarik karena perusahaan-perusahaan seperti kami ini masih muda dan financial track recordnya masih pendek," kata President dan Co-Founder Go-Jek Andre Sulistyo.

(SAW)