Hutama Karya Garap Tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru Rp78,09 Triliun

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 09 Feb 2018 19:36 WIB
hutama karya
Hutama Karya Garap Tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru Rp78,09 Triliun
Ilustrasi. (Foto: Antara/Asim).

Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan dimulainya pekerjaan jalan tol Trans Sumatera ruas Padang-Bukittinggi-Pekanbaru tahap satu, yakni Padang-Sicincin. Peresmian dilakukan melalui seremoni peletakan batu pertama yang dilaksanakan di lokasi proyek yaitu di Jalan Padang Bypass Km 28.

Direktur Utama Hutama Karya I Gusti Ngurah Putra menjelaskan dirinya siap memulai dan menyelesaikan ruas ini sesuai target.‎ "Padang-Bukittinggi-Pekanbaru nantinya akan membentang sepanjang kurang lebih 244 km. Kita mulai dari Padang ke Sicincin sepanjang 28 km," ungkap Putra, dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat, 9 Februari 2018.

Proyek tol yang juga masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (Perpres Nomor 58/2017) ini pengerjaannya akan dilakukan ke dalam beberapa tahapan hingga 2025.

"Tahap pertama Padang-Sicincin, kemudian dari Sicincin ke Payakumbuh sepanjang 78 km, menuju Payakumbuh-Pangkalan sepanjang 45 km, lalu dari Pangkalan ke Bangkinang sepanjang 56 km, dan akhirnya Bangkinang-Pekanbaru sepanjang 37 km," ucap Putra.

Putra memaparkan, total investasi Padang-Bukittinggi-Pekanbaru mencapai Rp78,095 triliun. ‎"Untuk tahap pertama Padang-Sicincin sendiri kurang lebih sekitar Rp4,88 triliun," jelasnya. 

Khusus untuk seksi 3 Payakumbuh-Pangkalan, pendanaannya direncanakan diperoleh dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan peminjaman langsung (direct lending) ke Hutama Karya. "‎Selain direct lending, direncanakan juga akan ada pinjaman ke Pemerintah khusus untuk konstruksi terowongan di seksi ini sebanyak lima buah dengan total Panjang 8,95 km," ungkap Putra.

Ruas tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru merupakan bagian dari 24 ruas yang ada terdapat pada Jalan Tol Trans-Sumatera. Jalan Tol yang dikerjakan melalui penugasan Pemerintah RI kepada Hutama Karya (Perpres Nomor 100/2014 & Perpres No. 117/2015) ini dikerjakan secara pararel sejak 2014.

Beberapa ruas Trans Sumatera kini telah beroperasi, seperti ruas Medan-Binjai Seksi 2 dan 3 (Helvetia-Semayang-Binjai) sepanjang 11 km, ruas Palembang-Indralaya Seksi 1 (Palembang-Pamulutan) sepanjang 8 km, serta ruas Bakauheni-Terbanggi Besar Paket 1 (Segmen SS Pelabuhan Bakauheni-Bakauheni) sepanjang 9 km dan Paket 2 (Segmen Kotabaru- Lematang) sepanjang 5 km.

"Jalan tol Trans Sumatera merupakan salah satu megaproyek yang sangat strategis keberadaannya untuk memaksimalkan konektivitas antardaerah di Sumatera yang pada gilirannya akan membawa pertumbuhan ekonomi baik regional maupun nasional," ujar Putra. 

Sesuai salah satu visi Pemerintah saat ini, pembangunan jalan tol memang ditujukkan untuk menaikkan mobilitas melalui perbaikan dan peningkatan layanan transportasi dan logistik publik secara lebih berkualitas dan memadai.

"Kita yakin, secara jangka-panjang, dengan terhubungnya seluruh ruas jalan tol Trans Sumatera akan memberikan multiplier effect positif seperti, peningkatan di aktivitas ekspor dan impor, optimalisasi pemanfaatan infrastruktur maritim karena akses ke pedalaman yang terisolis sudah terbuka, juga efek berantai bagi ekonomi dari daerah ke daerah dan sektor ke sektor sehingga potensi regional bisa lebih optimal," papar Putra.

Terkait imbas jangka pendek saat ini dari pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, Putra meyakini, bahwa manfaatnya sudah nyata bahkan dari tahap konstruksi.

"Kita tahu bahwa sektor konstruksi merupakan salah satu yang paling mampu menyerap banyak menyerap tenaga kerja. Sebagai contoh, untuk ruas tol Sumatera yang sudah resmi beroperasi, total pekerja konstruksi yang terserap bisa mendekati 5.000 pekerja dengan rata-rata ruas tol menyerap 600 hingga 1.000 pekerja," tukas dia.


(AHL)