Memberdayakan Masyarakat Desa Secara Padat Karya

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 14 Feb 2018 17:26 WIB
dana desaPadat Karya
Memberdayakan Masyarakat Desa Secara Padat Karya
Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo (baju putih) usai meninjau proses pengerjaan normalisasi sungai di Ambon. (FOTO: dok Kemendes PDTT)

Jakarta: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo akan memberdayakan masyarakat desa secara padat karya.

Seperti halnya yang akan dilakukan Menteri Eko kepada warga Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Dia menilai mereka kini tak perlu was-was akan terjadi banjir ketika air pasang atau musim hujan tiba.

Sungai Wai Hatukau yang telah mengalami pendangkalan tersebut dilakukan normalisasi dengan pengerukan secara padat karya. Sungai Wai Hatukau terletak di kawasan padat penduduk sehingga menyulitkan alat berat untuk dapat dilakukan pengerukan.

"Ini (sungai) kalau pagi kering. Kalau musim hujan bisa sampai naik ke atas. Sekarang mereka bersihkan sampah doang, tapi kalau pagi kering mereka (pekerja) keruk juga," ujarnya kepada wartawan usai meninjau proses pengerjaan normalisasi sungai, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 14 Februari 2018.

Dia membeberkan dana desa 2018 yang diperoleh Desa Batu Merah 2018 tercatat sebesar Rp2 miliar, ditambah Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp2,9 miliar. Adapun anggaran dana desa yang digunakan untuk normalisasi sungai sebesar Rp296 juta. Melalui anggaran tersebut, pekerja yang merupakan warga setempat akan mendapat upah rata-rata Rp85 ribu per hari dengan masa kerja 28-30 hari.

"Sebagian penggunaan dana desa tahun sebelumnya sebenarnya sudah begini (padat karya), cuma masih ada yang pakai kontraktor. Nah sekarang tidak boleh menggunakan kontraktor lagi. Dan 30 persen (dana desa) itu dipakai untuk membayar upah (proyek dana desa)," ujarnya.

Menteri Eko menambahkan Kota Ambon adalah salah satu daerah yang tergolong cekatan dalam melaksanakan program padat karya. Ia berharap kabupaten lain dapat segera melakukan hal sama agar proses pembangunan dana desa secara padat karya terealisasi maksimal.

"Dana desa tahap pertama saat ini sudah masuk ke Kota Ambon an Kota Ambon langsung menyalurkan ke desa-desa. Kita harap semua desa bisa segera melakukan program cash for work (padat karya), karena saya dengar dana desa tahap pertama sudah banyak yang cair," tambah dia.

Selain itu Menteri Eko juga memastikan bahwa warga desa mengetahui jumlah dana desa yang diterima. Ia juga memastikan bahwa warga desa terlibat langsung dalam perencanaan dengan menanyakan langsung ketika menyapa warga.

 


(AHL)