Mendag Pantau Ketersediaan Kebutuhan Lebaran di Palu

   •    Senin, 11 Jun 2018 13:04 WIB
kebutuhan pokokkementerian perdagangan
Mendag Pantau Ketersediaan Kebutuhan Lebaran di Palu
Mendag Enggartiasto Lukita. (Foto: Medcom.id/Desi Angriani).

Palu: Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita memantau ketersediaan dan harga bahan kebutuhan lebaran di pasar tradisional yang ada di Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng.

Mendag Lukita didampingi dua Dirjen di Kemendag dan Gubernur Sulawesi Tengah, H Longki Djanggola dan Wali Kota Palu Hidayat dan sejumlah kadis di jajaran Pemprov Sulteng. Mendag juga didampingi Ny Lukita mengawali kunjungan kerja di Palu dengan mengecek stok dan harga sembako dan kebutuhan lainnya di Pasar Inpres Manonda Palu Barat dan Pasar Masomba Palu Selatan.

Di dua pasar tradisional itu, Mendag Lukita dan Gubernur Sulteng memantau beberapa bahan kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat seperti beras, telur, minyak goreng, gula pasir, daging, bawang, tomat, dan cabai.

Mendag Lukita mengatakan berdasarkan hasil monitor di dua pasar di Kota Palu tersebut pada umumnya harga relatif normal seperti yang sebelumya telah dilaporkan oleh tim Kemnedag yang sejak menjelang Puasa dan Lebaran turun ke daerah, termasuk di Kota Palu untuk memantau perkembangan persediaan maupun harga kebutuhan pokok.

Di Sulteng (Palu), kata dia, harga kebutuhan pokok relatif stabil. Kecuali ada dua kebutuhan pokok seperti telur dan ayam mengalami kenaikan. Tetapi, stok untuk dua kebutuhan itu cukup banyak dan dijamin mencukupi kebutuhan Lebaran.

Kenaikan harga telur dikarenakan sesuai dengan informasi salah seorang penjual telur karena permintaan meningkat dan harga di tingkat produsen naik. Sama halnya ayam potong yang mengalami kenaikan karena permintaan menjelang Lebaran meningkat dan juga harga di tingkat peternak naik.

Selain itu, harga cabai juga bergerak naik, tetapi semua masih dalam batas kewajaran. Artinya, harga masih di bawah harga standar yang ditetapkan pemerintah pusat. Kecuali minyak goreng ada yang masih di atas HET (Harga Eceran Pemerintah).

HET minyak goreng ditetapkan Rp11.500 per liter. Dijual para pedagang untuk minyak goreng fortune Rp12.500/liter. Khusus minyak goreng, kata Mendag, ia telah memerintahkan dirjen dan juga Kadis Perindag Sulteng untuk menertibkannya agar ke depan harga sudah sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah.

Menyangkut beras, Mendag Lukita mengatakan baik stok maupun harga cukup aman. Stok beras, menurut para pedagang cukup banyak. Soal harga tidak mengalami kenaikan tetap stabil dan terkendali.

Beras di tingkat pedagangan terendah Rp9.000 per kg dan tertinggi Rp12.500 per kg. HET beras medium Rp9.450 per kg dan beras premium Rp12.800 per kg.

Gubernur Sulteng H Longki Djanggola juga mengatakan untuk kebutuhan pokok di daerahnya, cukup terkendali karena ada tim pengendalian inflansi daerah (TPID) dan satgas pangan rutin turun lapangan memantau perkembangan stok dan harga bahan pokok.

Di Sulteng stok dan harga bahan pokok cukup aman dan dijamin cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan masyakarat menghadapi Lebaran 2018 ini.


(AHL)