Menperin Prediksi Produksi Gas Industri Naik 5% di 2018

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 06 Jul 2018 10:32 WIB
gasperindustriankementerian perindustrian
Menperin Prediksi Produksi Gas Industri Naik 5% di 2018
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan produksi gas industri di dalam negeri akan naik lima persen sepanjang 2018. Sasaran tersebut sejalan dengan kebutuhan gas industri yang diprediksi trennya juga terus meningkat untuk mendukung berbagai aktivitas sektor manufaktur.

"Selama ini gas industri dimanfaatkan untuk proses produksi di industri petrokimia, pengolahan baja dan logam, makanan dan minuman, hingga industri bola lampu. Selain itu digunakan untuk menunjang kebutuhan medis di rumah sakit," ucap Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, dalam keterangan resminya, Jumat, 6 Juli 2017.

Menperin menyebutkan industri kimia sebagai salah satu sektor manufaktur yang tergolong lahap gas industri ini mampu berkontribusi cukup signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp236 triliun pada 2017.

"Tidak dipungkiri lagi bahwa kelancaran produksi untuk industri-industri yang menjadi penggerak utama perekonomian dipengaruhi oleh pasokan gas industri yang berkelanjutan," katanya.

Menurut Airlangga pasokan gas industri dari para produsen hendaknya dilihat sebagai potensi untuk menopang industri lainnya agar lebih berdaya saing melalui suplai yang stabil dan harga kompetitif. Artinya gas industri sebagai salah satu bahan baku yang berperan penting digunakan oleh multi sektor industri supaya bisa ekspansif.

Untuk itu, Kemenperin mendukung upaya peningkatan produksi gas industri di dalam negeri, seiring dengan penerapan revolusi industri generasi keempat berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0. Misalnya, terimplementasikan pada pengembangan industri kimia sebagai salah satu dari lima sektor manufaktur yang akan menjadi pionir di era digital saat ini.

"Langkah tersebut diyakini menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi pabrik, meningkatkan kualitasi teknologi, meningkatkan kemampuan R&D, serta memperkuat rantai pasok dan akses pasar," jelas Airlangga.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono menyampaikan, produksi gas industri dalam negeri saat ini tercatat sekitar 2,4 miliar meter kubik per tahun. Kapasitas tersebut akan terus meningkat seiring upaya ekspansi di industri pengguna gas industri yang salah satunya adalah industri petrokimia.

Apalagi, lanjutnya, Kemenperin tengah mendorong masuknya investasi industri petrokimia sebagai bagian dari sektor hulu yang menyediakan bahan baku untuk beragam manufaktur hilir, seperti industri plastik, tekstil, cat, kosmetik, dan farmasi.

"Dengan sifatnya yang padat modal, padat teknologi, dan lahap energi, pengembangan industri petrokimia perlu mendapat perhatian dari pemerintah," pungkasnya.

 


(ABD)


Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

1 hour Ago

Perang dagang yang kini tengah berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok secara langs…

BERITA LAINNYA