Kadin Imbau BI Waspada Perkembangan Ekonomi AS

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 05 Jun 2018 19:34 WIB
kadin
Kadin Imbau BI Waspada Perkembangan Ekonomi AS
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).

Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan suku bunga Bank Indonesia (BI) masih akan naik. Saat ini BI sudah dua kali menaikan BI 7 day reverse repo rate masing-masing 25 basis poin (bps) hingga menjadi 4,75 persen.

"Kita mengapresiasi BI, karena kita tahu suku bunga sudah pasti naik. Kita sudah memprediksi sudah pasti naik lagi ke depannya," kata Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, Selasa, 5 Juni 2018.

Dirinya menambahkan, berbagai faktor eksternal maupun internal mendorong bank sentral untuk menaikkan suku bunga. Apalagi, Rosan mengakui, perkembangan ekonomi di Amerika Serikat (AS) membuat BI harus berhati-hati dalam mengelola berbagai risiko.

"Fed Fund Rate naik tahun ini dan tahun depan masih naik lagi, yield US Treasury naik sampai tiga persen. Buat kita kebijakan ini sudah diantisipasi, cost of fund kita akan naik. Itu enggak masalah asalkan stabilitas itu terjaga," jelas dia.

Lebih lanjut, Rosan menyebut langkah bank sentral menaikan suku bunga mampu meredam gejolak rupiah. Melemahnya mata uang rupiah yang terlalu dalam dinilai akan membebani investasi pengusaha sehingga dampaknya akan menganggu perekonomian.

"Apa yang dilakukan BI itu bagus, tapi sifatnya kan sementara. Ibaratnya kemarin kita sudah mulai demam dengan rupiah yang melemah, maka dikasih obat oleh BI maka demamnya turun. Jangka pendek sudah sangat bagus, tapi itu enggak cukup," pungkasnya.


(SAW)