Mendag Minta Pengusaha Tekstil Penuhi Syarat Pengolahan Limbah Industri

Ilham wibowo    •    Sabtu, 15 Sep 2018 07:32 WIB
industri tekstil
Mendag Minta Pengusaha Tekstil Penuhi Syarat Pengolahan Limbah Industri
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (MI/SUSANTO)

Bandung: Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita meminta pengusaha industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) agar tetap memperhatikan lingkungan. Bahkan, fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) wajib dibenahi sebagai syarat ekspor.

Menurut Enggar, biasa ia disapa, regulasi ini tegas diwajibkan oleh pasar dunia yang ingin produk sepenuhnya bersih dari tindakan ilegal. Jaminan proses produksi pun menjadi penting selain mengedepankan kualitas hasil akhir produk.

"Saat ekspor ada syarat ramah lingkungan atau tidak, dia melakukan  pencemaran lingkungan atau tidak. Kalau ada salah satu dari kita yang ternyata mencemari lingkungan, yang  terdampak adalah seluruh Indonesia," ujar Enggar, dalam dialog bersama Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), di Hotel Four Point Seraton, Bandung, Jumat, 14 September 2018.

Ia meminta seluruh pengusaha TPT yang tergabung dalam API untuk menjaga wajah Indonesia di mata dunia. Evaluasi pasar akan diberikan saat terjadi tindakan pabrik yang melanggar ketentuan produk ekspor. Sangat disayangkan bila kemudian terjadi kehilangan potensi pangsa pasar di mancanegara lantaran lambat melakukan respons.

"Seluruh ekspor kita akan dievaluasi kembali, sama halnya dengan sawit yang disebut sustainable development, itu menjadi penilaian," ungkapnya.

Enggar memastikan pelaku industri TPT yang tetap nakal bakal menerima ganjaran. Karenanya, sektor lingkungan yang kerap menjadi masalah baik pengusaha dan masyarakat ini perlu dituntaskan secara lintas kementerian dengan dialog hingga penegakan hukum.  

"Mari kita duduk bersama, kita juga harus adil kepada lingkungan, harus adil kepada mereka yang melaksanakan IPAL-nya, melaksanakan perbaikan lingkungannya dibandingkan yang tidak. Anda yang sudah mencemarkan itu untungnya lebih, nah dari keuntungan itu segera bereskan," pungkasnya.


(ABD)