Mendag Percaya Ahli ITB Realisasikan Riset Bioavtur

Ilham wibowo    •    Minggu, 16 Sep 2018 11:09 WIB
Berita Kemendag
Mendag Percaya Ahli ITB Realisasikan Riset Bioavtur
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Medcom/Ilham Wibowo.

Bandung: Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meyakini para ahli di Institut Teknologi Bandung (ITB) mampu merealisasikan riset pengolahan bioavtur sebagai bahan bakar pesawat. Energi terbarukan ramah lingkungan kombinasi minyak kelapa sawit ini diharapkan bisa masuk proses industri.

"ITB dikenal dengan inovasi teknologi dan juga sudah dengan penambahan dari aspek bisnisnya. Kalau hanya berhitung dari teknologi saja itu tidak ada perhitungan keekonomisannya," ujar Enggartiasto saat meninjau riset bioavtur di kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 15 September 2018.

Enggar sapaan akrabnya mengatakan, pertumbuhan ekonomi nasional begitu cepat dan perlu diimbangi dengan pengembangan secara mandiri melalui penelitian teknologi. Aspek kualitas produk pun mesti memiliki jaminan mutu tinggi dalam menghilangkan risiko timbulnya masalah.

"Lembaga riset terpercaya adalah ITB, untuk itu ITB terpanggil melakukan penelitian dan pengembangan hingga lahir atau disiapkan bioavtur untuk bisa dipertanggungjawabkan," ungkap Enggar.

Ia memastikan pemerintah bakal memberikan dukungan penuh dalam riset bioavtur ini. Keberhasilan riset dinilai bakal menentukan peningkatan perekonomian nasional.

"Nanti produksi kapan, biarlah Pak Rektor ITB lapor kepada presiden dan menteri terkait. Bukan hal tidak mungkin, ahli di ITB bisa, harapanya akhir tahun ini riset selesai dan dilaporkan," tuturnya.

Aplikasi Bioavtur pada Pesawat Boeing dan Airbus

Mendag melankugkan keberhasilan riset bioavtur ITB akan diaplikasikan pada teknologi mesin pesawat buatan Boeing dan Airbus. Penekanan itu telah dilakukan dalam pertemuan antara pemerintah Indonesia dan The United States Trade Representative (USTR) saat membahas fasilitas Generalized System of Preference (GSP) bagi Indonesia.

"Pada saat kunjungan saya ke Amerika Serikat kalau Boeing mau dibeli maka siapkan dulu (teknologi mesin pesawat) bioavtur, demikian juga pembicara dengan Airbus," bebernya.

Indonesia kini jadi pasar utama produk Boeing dan Airbus. Menurut Enggar, pemerintah ingin bahan baku bioavtur dalam teknologi mesin pesawat tersebut kemudian didatangkan dari Tanah Air. Keputusan ini pun menjadi pertimbangan lanjutan bagi pihak perusahaan penerbangan tersebut membuat pabrik khusus.

Permintaan pesawat berbahan bakar bioavtur ini juga merupakan upaya pemerintah meningkatkan hubungan dagang dengan AS. Ekspor terutamcrude palm oil (CPO) Indonesia dan turunannya diharapkan tak lagi menemui hambatan.

"Kalau itu bisa terjadi kita harapkan mengurangi penolakan CPO, berapa devisa yang bisa dikurangi, itu ada kombinasi," pungkas dia.
(SAW)