BI Klaim Sudah Mitigasi Risiko dari Pelonggaran DP KPR

Eko Nordiansyah    •    Sabtu, 30 Jun 2018 07:33 WIB
perbankanbank indonesiakreditkpr
BI Klaim Sudah Mitigasi Risiko dari Pelonggaran DP KPR
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) mengklaim sudah memitigasi berbagai risiko yang bisa saja muncul dengan pelonggaran aturan uang muka atau Down Payment (DP) Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Kebijakan ini sebagaimana BI melakukan relaksasi terkait aturan Loan to Value (LTV) yang mengatur DP.

Tidak ditampik, salah satu kemungkinan yang bakal terjadi dengan tak ada batasan DP untuk rumah pertama adalah melonjaknya harga properti. Kenaikan harga akan menciptakan gelembung (bubble) yang bisa sewaktu-waktu pecah hingga harga kembali turun drastis.

"(Namun) dengan relaksasi LTV, terutama untuk KPR inden menjadi maksimal lima fasilitas, tidak menimbulkan risiko bubble," kata Gubernur BI Perry, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 29 Juni 2018.

Pelonggaran LTV dilakukan guna menjaga momentum pemulihan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan dengan tetap memerhatikan aspek kehati-hatian dan perlindungan konsumen. Apalagi sektor ini dipercaya membawa dampak ganda terhadap sektor lain.

Dirinya menambahkan relaksasi LTV ini bisa berdampak positif tak hanya ke permintaan tenaga kerja konstruksi, tetapi bisa meningkatkan pembelian bahan bangunan. Dengan demikian geliat ekonomi bisa ditingkatkan sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menyebutkan, perekonomian saat ini butuh stimulus. Namun jika terjadi risiko bubble maka BI akan kembali mengetatkan kebijakan LTV sehingga bisa mengerem laju kenaikan harga properti.

"Pada saat booming, kemudian diketatkan untuk mengerem. Pada saat masih soft economy, kami longgarkan. Ini sifat makroprudensial bisa ketat. Saat nanti booming, bisa diketatkan," pungkas Mirza.

 


(ABD)