Ini Strategi Holcim Indonesia Antisipasi Kelebihan Pasokan Semen

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 12 Aug 2016 14:04 WIB
holcim indonesia
Ini Strategi Holcim Indonesia Antisipasi Kelebihan Pasokan Semen
Ilustrasi Holcim Indonesia (Foto: dokumentasi Holcim Indonesia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Produsen semen di Indonesia sedang menghadapi kelebihan pasokan, tetapi kelebihan pasokan itu tidak sejalan dengan tingkat permintaan. Kendati demikian, industri semen di Indonesia perlu terus waspada dan menerapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi adanya kelebihan tersebut.

PT Holcim Indonesia Tbk (SMBC) turut merasakan hal tersebut. Namun, Holcim Indonesia tidak terlalu khawatir dengan kondisi itu karena Holcim Indonesia telah mengakuisisi PT Lafarge Cement Indonesia (LCI) yang berbasis di Aceh dan Sumatera Utara. Aksi korporasi ini membuat ruang lingkup penjualan semen semakin luas karena mencapai bagian utara Sumatera.

"Sehingga market share kita naik, dan kapasitas kita naik. secara geografi LCI itu kan di Aceh, kita kan di Jawa, itu sinergi yang baik," kata Direktur Penjualan Holcim Indonesia Dion Sumedi, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat (12/8/2016).

Diakui Dion, ketika kapasitas produksi tumbuh maka tingkat penjualan mengalami kenaikan. Hal itu akan didapatkan di wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan sekitarnya karena di sana masih minim tingkat persaingan penjualan semen.

"Itu menambah jumlah penjualan kita, di sana memang relatif persaingannya minim dan tidak seketat di Jawa. Kelebihan suplai itu terjadi di bagian barat Jawa," ungkap Dion.

Ia menjelaskan, terealisasinya akuisisi LCI ini membuat kapasitas produksi semen Holcim bisa mencapai 15 juta ton per tahun. Saat ini, Holcim Indonesia sudah memiliki terminal distribusi semen untuk mengemas semen yang ada di Lampung.

"Di Lampung untuk tingkatkan suplai dan pelayanan di bagian selatan Sumatera. Tadinya kan ke Lampung dari Jawa gunakan kapal, tapi sekarang di sana (Lampung) sudah bisa packing plant," kata Dion.

Tanggapi Positif Moratorium Pabrik Semen

Sementara itu, rencana pemerintah yang akan menerapkan moratorium pabrik semen dalam kurun waktu 3-5 tahun ke depan dengan tujuan menjawab kelebihan pasokan semen ditanggapi positif oleh manajemen Holcim Indonesia.

"Kami sebagai pemain lama sangat senang dengan rencana itu. Sebab saat ini sudah kelebihan ketersediaan produksi semen," kata Corporate Secretary and Legal Affairs Director Holcim Indonesia Farida Helianti Sastrosatomo.

Farida mengaku, dengan terjadinya moratorium itu maka rencana investasi industri semen akan dibatasi. "Dengan adanya rencana tersebut tentunya kita tidak serta merta menambah kapasitas. Paling kami sudah resmikan terminal semen kami di Lampung untuk pengemasan daerah Sumatera," papar Farida.


(ABD)