Pembangunan Bandara Perlu Bersinergi untuk Optimalkan Pelayanan

Angga Bratadharma    •    Kamis, 18 Aug 2016 18:43 WIB
angkasa pura ii
Pembangunan Bandara Perlu Bersinergi untuk Optimalkan Pelayanan
Direktur Utama Angkasa Pura I Sulistyo Wimbo Hardjito (Foto: MTVN/Angga Bratadharma)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Angkasa Pura I (Persero) menilai untuk mengoptimalkan pembangunan bandar udara atau bandara maka perlu ada sinergi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar pembangunan bandara mampu berstandar internasional. Bahkan, skema sinergi itu perlu diterapkan terhadap seluruh bandara yang ada di Indonesia.

Direktur Utama Angkasa Pura I Sulistyo Wimbo Hardjito menegaskan, ke depan harus ada desain pembangunan bandara yang bersinergi dengan lingkungan sekitar. Hal ini perlu diterapkan agar bandara bisa bertumbuh dan berkembang sesuai harapan semua pihak, terutama dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada para pengguna bandara.

"Jangan sendiri-sendiri. Di Cengkareng, misalnya, pembangunan ruko ke mana dan pembangunan bandara ke mana. Tidak saling mendukung. Ke depan perlu sinergi. Ke depan harus memikirkan bahwa bandara dan penunjang harus bersinergi," kata Wimbo, ditemui di The Dharmawangsa Hotel, Jakarta, Kamis (18/8/2016).

Ia menegaskan bahwa bandara sulit bila memfokuskan diri untuk berkembang sendirian tanpa melihat lingkungan sekitar atau faktor pendukung lainnya. Sebab, industri penerbangan diatur secara ketat dan harus berstandar internasional. Bahkan, untuk mencapai standar itu terbilang sulit dan perlu perjuangan keras.

"Bandara tidak bisa berkembang sendirian. Selain itu, yang dibutuhkan oleh bandara adalah aksesibilitas. Jadi, jangan hanya memikirkan pembangunan bandara saja, harus juga berkembang sekitarnya atau faktor pendukungnya," tegas Wimbo.

Lebih lanjut, Wimbo menegaskan, bandara memang menggunakan standar internasional dan tidak menggunakan standar dalam negeri. Standar ini berbeda dibandingkan dengan standar di industri perekeretaapian, dan industri angkutan laut.

"Kalau bicara bandara maka tidak bisa dibedakan lagi bandara dalam negeri dan luar negeri. Karena standarnya internasional. Maka tidak bisa dibedakan antara standar bandara Indonesia dengan bandara internasional," jelasnya.

Ia menambahkan, untuk mencapai standar internasional itu terbilang tidak mudah. Perlu perjuangan yang keras karena berkaitan dengan pelayanan yang memadai kepada para pengguna. Tidak hanya itu, perlu ada sinergi antara pengelola bandara dengan pihak lain terkait untuk mencapai standar dimaksud.

"Jadi tidak ada perbedaan antara di Indonesia dengan Amerika. Tapi, suatu standar itu harus diperjuangkan," pungkasnya.


(ABD)