BTN-SBM ITB Lepas 116 Wirausaha Muda Properti

Ade Hapsari Lestarini    •    Minggu, 16 Oct 2016 14:39 WIB
btn
BTN-SBM ITB Lepas 116 Wirausaha Muda Properti
Direktur Utama BTN Maryono. ANTARA FOTO / Prasetyo Utomo.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan School of Business Management Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) melepas 116 para lulusan program MBA Mini bidang properti yang sudah selesai melakukan pendidikan.

Program mini MBA bidang properti ini merupakan hasil kerja sama BTN dengan SBM ITB dalam mencetak entrepreneur (wirausaha) muda yang memilki kompetensi di bidang properti. Diharapkan para lulusan program ini dapat menjadi pengusaha muda bidang properti.

"Kami ingin para lulusan MBA Mini bidang properti batch I ini dapat segera mengambil peran untuk membantu pemerintah dalam program sejuta rumah," tutur Direktur Utama BTN Maryono, usai melepas 116 lulusan MBA Mini bidang properti SBM ITB di Jakarta, seperti dikutip dalam siaran persnya, Minggu (16/10/2016).

Maryono menjelaskan pihaknya masih mempunyai harapan yang besar bagaimana melalui program MBA Mini ini akan dihasilkan 500 wirausaha muda di bidang properti sampai dengan akhir 2016.

"Hari ini kita melepas 116 wisudawan Mini MBA batch I. Kita akan terus lanjutkan batch II dan seterusnya. Dengan sisa waktu yang ada sampai dengan akhir tahun ini kita harapkan ada 500 wisudawan yang berhasil lulus melalui program ini," jelasnya.  

 Menurut dia, kebutuhan rumah di Indonesia tergolong sangat tinggi. Masih sangat banyak masyarakat Indonesia membutuhkan rumah layak huni. Kebutuhan rumah secara nasional setiap tahun terus bertambah. Backlog yang menjadi masalah nasional, karena kebutuhan rumah terus tumbuh maka backlog akan tetap ada. Perlu percepatan pembangunan rumah dengan jumlah yang besar untuk menutup backlog tersebut. Diperlukan peran serta banyak pihak untuk mencari terobosan bagi pemenuhan kebutuhan rumah rakyat. 

Sebagai integrator bidang perumahan, BTN yang memiliki Housing Finance Center (HFC) menginisiasi bagaimana dunia pendidikan dapat kita dorong untuk turut mendukung melalui program kesiapan SDM sebagai pelaku bisnis perumahan. Kerjasama BTN dengan SBM ITB ini merupakan satu terobosan untuk mendukung program sejuta rumah, tegasnya.

"Kami ingin bagaimana kerja sama BTN dengan SBM ITB membawa manfaat bagi bangsa terutama dalam mencetak pengusaha muda yang kompeten di bidang properti dan mendukung program sejuta rumah," jelas Maryono. 

 Dia menambahkan, program ini sangat strategis karena tidak saja mencetak generasi penerus untuk membangun bangsa, tetapi ada semangat dalam mendorong iklim investasi dan level kompetisi menjadi lebih dinamis yang diharapkan akan melahirkan kreativitas dan inovasi baru dalam industri perumahan nasional menjadi lebih maju di masa depan.

Sekadar informasi, program MBA Mini Properti merupakan pendidikan satu bulan dengan materi teori dan praktik real estate dan properti. Program ini bernilai 3 SKS dan dapat dikonversi ke dalam SKS MBA reguler bagi peserta didik yang lulus dan akan melanjutkan ke MBA Reguler SBM ITB. Program ini merupakan program pendidikan komprehensif di bidang properti yang mengacu pada 4 pilar pembangunan properti, antara lain Tanah dan Lingkungan (Land & Environment), Modal (Capital), Hukum (Legal), dan Ketrampilan (Skill)

 Program MBA Mini batch I telah dilaksanakan di Jakarta dan Bandung pada Agustus sampai September 2016.  Untuk kelas Jakarta telah selesai dilaksanakan pada 17 september 2016. Sementara untuk kelas Bandung selesai pada tanggal  24 September 2016. Program MBA Mini ini diakhiri dengan pelaksanaan ujian Mini Thesis bagi para peserta Mini MBA in Property untuk mengetahui kemampuan peserta dalam mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama mengikuti program Mini MBA in Property MBA Mini batch II  telah dimulai pada 1 Oktober 2016 dengan jumlah peserta 71 orang dan dibagi dua kelas Jakarta 36 peserta dan Bandung 35 peserta. 


(SAW)