Hari Kedua IKF V-2016, Mendefinisikan Arti Kesuksesan

Gervin Nathaniel Purba    •    Senin, 17 Oct 2016 10:16 WIB
berita bca
Hari Kedua IKF V-2016, Mendefinisikan Arti Kesuksesan
Indonesia Knowledge Forum (IKF) V-2016 (Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Purba)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gelaran Indonesia Knowledge Forum (IKF) V-2016 selama dua hari, 6 dan 7 Oktober lalu, mengangkat tema “Optimizing Knowledge and Creativity to Ride the Wave of New Generation in Accelerating Indonesia Economy.”

Pada hari kedua, hadir 13 pembicara profesional untuk memberikan motivasi dan menginspirasi peserta dalam memilih karier yang baik, mengelola bisnis, dan menghadapi tantangan bisnis ke depan. Acara tersebut dibagi ke dalam empat kelas, yaitu kelas ekonomi, marketing, kreativitas dan inovasi, serta HC & Leadership.

Metrotvnews.com berkesempatan mengikuti kelas HC & Leadership pada sesi kedua pukul 10.15-11.30 WIB, di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta Selatan.  Pada kelas HC & Leadership, hadir Managing Director PT Eka Sari Loren Logistic Eka Sari Lorena sebagai  pembicara.

Pada kesempatan itu, Eka menjelaskan bahwa menggapai kesuksesan harus melewati serangkaian proses. Tidak serba instan. Patut dicamkan, tingkat kesuksesan setiap orang berbeda-beda. Oleh sebab itu, untuk menjadi seorang pemimpin harus bisa mendefinisikan arti kesuksesan. Di tingkat mana seseorang menilai dirinya sukses.

"Setiap orang berbeda konsep sukses dan ada tahapan untuk mencapai kesuksesan. Sukses itu subyektif. Jadi harus didefinisikan dulu," ujar Eka.

Dalam perjalanannya untuk menggapai sebuah kesuksesan, tentunya seseorang atau seorang calon pemimpin dapat memutuskan pilihannya yang tepat. Apakah dengan pilihannya tersebut dirinya sudah berada di jalur yang benar.

"Jalur mana yang mau diambil. Misalnya, jika ingin menjadi dokter, maka jangan ambil sekolah teknik. Begitu juga harus sering-sering berorganisasi ketika muda sehingga ketika nanti menjadi politikus bisa memberikan yang terbaik. Pilihan harus dibuat obyektif," kata mantan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Organisasi Angkutan Darat (DPP Organda) itu.


Managing Director PT Eka Sari Loren Logistic Eka Sari Lorena (Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Puba)


Dalam soal memilih, perempuan Indonesia memiliki kesulitan dalam menggunakan hak memilih. "Pilihan perempuan di Indonesia gampang-gampang susah," kata perempuan kelahiran Jakarta itu.

Namun jika dibandingkan dengan Amerika, Indonesia lebih maju dalam memberikan kesempatan kepada kaum hawa untuk menjadi pemimpin teratas. Seorang perempuan yang menjadi pemimpin pada umumnya akan lebih sukses dalam mengatur suatu lembaga atau perusahaan.

Sebab, seorang perempuan terlatih menjadi seorang ibu dalam mengatur anak-anaknya dan memimpin keluarga. Hampir semua riset menunjukkan, perempuan lebih tahan stres, lebih tahan menghadapi tekanan, sehingga perempuan kerap disebutkan memiliki umur panjang.

Soal pilihan untuk menjadi pemimpin bergantung pada aktivitas sehari-hari yang dilaluinya, seperti memilih untuk fokus pada karier, keluarga, kehidupan sosial, dan sebagainya. Satu hal yang pasti, pilihan yang sudah diambil itu harus bisa dipertanggungjawabkan, baik untuk kepentingan karier maupun keluarga.

Setelah sekitar enam jam berlalu, tiga sesi acara IKF V-2016   berakhir. Pada penghujung acara, hadir Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memberikan paparan inspiratif.

 
Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya (kanan) bersama Wakil Presiden Direktur BCA, Armand W. Hartono


"Ketika saya menerima undangan IKF, saya sangat tertarik untuk datang," ujar Arief Yahya.

Dalam sambutannya, Arief Yahya mempresentasikan keberhasilan pemerintah dalam membawa pariwisita Indonesia naik peringkat. Dalam menggapai sukses tersebut, harus terlebih dahulu mengenali bangsa sendiri, kemudian mengenali kelemahan bangsa lain.

"Kenali dirimu, kenali dunia, maka kamu akan memenangkan dunia," kata mantan Direktur Utama PT Telkom itu.

Kesuksesan sektor pariwisata tampak pada laju pertumbuhannya tahun 2015, yaitu mencapai 7,2 persen. Mengalahkan pertumbuhan pariwisata ASEAN secara keseluruhan yang mencapai 5,1 persen, berdasarkan data UNWTO World Tourism Barometer.

"Kita harus membandingkan dengan market kita, ASEAN. Kita berhasil di atasnya. Bahkan, pertumbuhan dunia berhasil dilewati yang hanya mencapai 4,4 persen," tutur Arif Yahya.


(Foto:Metrotvnews.com/Gervin Nathaniel Puba)


Selain Eka sari, pada hari kedua hadir sejumlah pembicara yaitu Executive Director The Nielsen Indonesia Yongky Susilo, Presiden Direktur JNE Mohamad Feriadi, Founder Wisata Lembang Perry Tritianto, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Pengamat Ekonomi Burhanuddin Abdullah, Komisaris Independent Cyrillus Harinowo, Presiden Direktur PT IBM Indonesia Gunawan Susanto, Co-Founder CSI School on Innovation Avanti Fontana, Kepala Eksekuti Lembaga Penjamin Simpanan Fauzi Ichsan, Perancang Busana Anne Avantie, Indiepreneur, Stand Up Comedian Pandji Pragiwaksono, dan Komisaris MatahariMall.com Emirsyah Satar.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja bersama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong hadir membuka IKF V-2106 pada Kamis, 6 Oktober.

Sesuai temanya, IKF V-2016 menyediakan tempat bagi para startup generasi milenial untuk menjadi bagian dari kegiatan ini. Pertumbuhan generasi milenial atau yang dikenal sebagai Gen Y, lahir pada kurun waktu 1990 hingga 2000-an yang dipercaya akan membawa perubahan dan menjadi kekuatan ekonomi baru di Indonesia maupun dunia.

Milenial yang akrab dengan teknologi digital banyak membawa pengaruh pada perubahan gaya hidup. Mulai dari cara berkomunikasi, cara berinteraksi melalui jejaring sosial, transaksi pembayaran, hingga model bisnis baru yang kreatif.

Selain itu, IKF V-2016 juga berfokus pada tema besar "Moving Our Nation to the Next Level" yang berlandaskan pada semangat membangun negeri melalui pengetahuan. IKF diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak dan advokasi bangsa, baik dalam maupun luar negeri.

 


(ROS)