Kemenperin: Jaga Keberlanjutan Investasi Industri Semen

Dero Iqbal Mahendra    •    Minggu, 19 Mar 2017 19:38 WIB
semen
Kemenperin: Jaga Keberlanjutan Investasi Industri Semen
Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto . ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perindustrian (kemenperin) menyatakan komitmennya dalam menjaga iklim usaha dan kepastian investasi di dalam negeri terutama untuk sektor manufaktur strategis seperti industri semen.

"Kepastian investasi pembangunan industri strategis seperti pabrik semen perlu dijaga keberlanjutannya karena membawa efek berganda bagi perekonomian daerah dan nasional, antara lain penyerapan tenaga kerja dan penumbuhan industri kecil berbasis semen yang bisa dikembangkan untuk masyarakat Rembang dan sekitarnya," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Minggu, 19 Maret 2017/

Kemenperin mencatat, jumlah investasi industri semen secara nasional mencapai Rp15 triliun sepanjang 2016. Secara keseluruhan, kinerja industri semen, kaca dan keramik cukup positif dengan pertumbuhan 5,46 persen atau di atas pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5,02 persen di 2016. Selain itu mampu berkontribusi terhadap PDB sebesar Rp89,05 triliun atau 0,72 persen dari PDB nasional.

Dalam proyeksinya nilai investasi pabrik semen Rembang mencapai Rp4,9 triliun dengan jumlah serapan tenaga kerja mencapai sekitar 261 orang. Jumlah itu untuk mendukung unit lainnya yang bakal menyerap tenaga kerja mencapai 1.600 orang. Dari total peluang kerja tersebut, masyarakat lokal dan sekitarnya akan dilibatkan.

Airlangga juga melihat industri semen berperan sebagai penunjang utama dalam percepatan pelaksanaan proyek infrastruktur yang dicanangkan oleh pemerintah. Contohnya pembangunan infrastruktur logistik seperti jalan, pelabuhan, jembatan, dan bandara.

"Kami telah berkoordinasi dengan kementerian terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk meningkatkan penggunaan produk semen dalam negeri," tuturnya.

Sejauh ini, terdapat 16 perusahaan industri semen terintegrasi yang memiliki fasilitas penggilingan dan pengemasan, di mana 14 perusahaan bergabung dalam Asosiasi Semen Indonesia yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Selain itu, terdapat tiga produsen lain yang belum dilengkapi dengan fasilitas produksi klinker.

Kapasitas produksi semen secara nasional di 2016 sebesar 95,5 juta ton dan diperkirakan mencapai 102,1 juta ton di 2017. Pada 2016, kebutuhan domestik semen sebanyak 62 juta ton dan untuk ekspor sekitar 1,5 juta ton.

"Kami terus dorong agar industri semen nasional memperluas pasar ekspor karena masih sangat potensial. Misalnya ke Australia dan beberapa negara Asia lainnya," jelas Airlangga.

Industri semen sebagai sektor strategis laik ditetapkan sebagai obyek vital nasional. Status tersebut dapat memberikan jaminan keamanan dan kelancaran bagi investasi dan kegiatan produksi industri, termasuk perlindungan karyawan.

"Selama ini produsen semen di Indonesia telah menerapkan prinsip industri hijau, di mana dalam proses produksinya melakukan upaya efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya secara berkelanjutan serta ramah lingkungan," pungkas dia.


(SAW)