Aturan Main Penerapan Biaya Bagasi Maskapai Penerbangan

Ilham wibowo    •    Selasa, 08 Jan 2019 14:03 WIB
bisnis maskapaikementerian perhubungan
Aturan Main Penerapan Biaya Bagasi Maskapai Penerbangan
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) punya aturan main terkait penerapan biaya bagasi oleh maskapai penerbangan. Tingkat pelayanan dibedakan menurut level kelompok standar tertentu.

"Bagasi tercatat kelompok pelayanan berbasis biaya rendah dapat dikenakan biaya asal memenuhi syarat dan tahapan sesuai peraturan Menteri Perhubungan," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti kepada Medcom.id, Selasa, 8 Januari 2019.

Ketentuan mengenai Bagasi Tercatat diatur dalam pasal 22, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 Tahun 2015 Tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Aturan ini mengatur setiap maskapai dalam menentukan standar pelayanan memperhatikan kelompok pelayanan yang diterapkan masing-masing maskapai, termasuk kebijakan bagasi tercatat disesuaikan dengan kelompok pelayanannya.

Sebagaimana diatur dalam pasal 3, PM 185 Tahun 2015, terdapat tiga kelompok pelayanan yang diterapkan oleh masing-masing Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal yakni pelayanan dengan standar maksimum (full services), pelayanan dengan standar menengah (medium services), dan pelayanan dengan standar minimum (no frills).

Adapun daftar kelompok pelayanan dari masing-masing maskpai sebagai berikut:

a. Full service: PT Garuda Indonesia dan PT Batik Air.
b. Medium service: PT Trigana Air service, PT Travel express, PT Sriwijaya Air, PT NAM Air, dan PT Transnusa Air Service.
c. No frill service: PT Lion Air, PT Wings Air, PT Indonesia AirAsia, PT Indonesia AirAsia Extra, PT Citilink Indonesia, dan PT Asi Pudjiastuti Aviation.

Polana memaparkan ketiga kelompok pelayanan ini diberlakukan standar pelayanan yang tidak sama. Sebagai contoh dalam hal fasilitas membawa bagasi tercatat atau barang penumpang yang diserahkan oleh penumpang kepada pengangkut untuk diangkut dengan pesawat udara yang sama.

Ketersediaan bagasi tercatat dalam seluruh kelompok pelayanan diberikan oleh maskapai penerbangan dengan ketentuan bagi kelompok full Service, paling banyak 20 kilogram (kg) tanpa dikenakan biaya. Sementara bagi kelompok medium service, paling banyak 15 kg tanpa dikenakan biaya; dan kelompok no frills dapat dikenakan biaya.

Polana menegaskan bahwa meskipun secara regulasi bagi kelompok pelayanan no frills dapat dikenakan biaya terhadap ketersediaan bagasi tercatat, namun tetap harus memastikan terpenuhinya sisi regulasi dan kelancaran pelayanan bagi para penumpang.

"Apabila terdapat maskapai yang melakukan perubahan terhadap ketentuan pemberian bagasi cuma-cuma atau Free Baggage Allowances (FBA), diwajibkan untuk melaksanakan beberapa persyaratan dan tahapan," ungkap Polana.

Persyaratan dan tahapan tersebut dimulai dengan melakukan perubahan SOP Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Kewajiban ini sebagaimana ketentuan pasal 63, PM 185 Tahun 2015 untuk mendapatkan persetujuan Direktur Jenderal Perhubungan Udara terlebih dahulu.

Maskapai perlu memastikan kesiapan SDM, personil, dan peralatan yang menunjang perubahan ketentuan FBA, sehingga tidak menimbulkan adanya antrean di area check-in counter, di area kasir pembayaran bagasi tercatat. Kemungkinan gangguan operasional dan ketertiban bandara lainnya yang dapat menimbulkan keterlambatan penerbangan juga menjadi perhatian.

Tak cukup itu, maskapai penerbangan juga perlu melaksanakan secara massif kepada masyarakat luas (calon penumpang) melalui media cetak, elektronik dan media sosial. Setelah itu koordinasi yang intensif dengan stakeholder terkait antara lain Badan Usaha Bandar Udara, Unit Penyelenggara Bandar Udara dan Kantor Otoritas Bandar Udara.

"Dengan dilakukannya hal-hal tersebut diharapkan setiap perubahan kebijakan yang dilaksanakan telah dipahami masyarakat dan berjalan dengan baik di lapangan," pungkas Polana.

 


(AHL)


Trump Prediksi AS-Tiongkok Capai Kesepakatan
Akhiri Perang Dagang

Trump Prediksi AS-Tiongkok Capai Kesepakatan

1 day Ago

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi Amerika Serikat akan mencapai kesepakata…

BERITA LAINNYA