Menggaet Milenial Lewat Wisata Digital

Desi Angriani    •    Jumat, 21 Dec 2018 20:06 WIB
pariwisata
Menggaet Milenial Lewat Wisata Digital
Generasi milenial digaet untuk berwisata digital. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Pariwisata Tanah Air turut mengalami pergeseran dari model konvensional ke arah digital. Perubahan itu tak terlepas dari pengaruh gelombang milenial maupun kontribusi media digital.

Pola baru ini tercipta secara tidak sengaja dari kebiasaan kaum milenial yang gemar mengunggah destinasi wisata favoritnya ke media sosial. Kebiasaan itu pula yang kemudian memengaruhi model marketing, channel distribution, hingga destinasi parisiwata.

Fenomena tersebut tentu harus ditangkap oleh para pelaku pariwisata agar dapat mengembangkan model wisata baru, khususnya yang menarik minat generasi milenial. Apalagi wisatawan milenial diprediksi akan terus tumbuh dan menjadi pasar utama pada 2019.

Diproyeksikan pasar pariwisata Asia bakal didominasi oleh 57 persen wisatawan milenial berusia 15-34 tahun. Di antaranya, kaum milenial Tiongkok akan mencapai 333 juta, Filipina 42 juta, Vietnam 26 juta, Thailand 19 juta, sedangkan Indonesia mencapai 82 juta pada 2030.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan wisata digital setidaknya menyuguhkan destinasi pariwisata yang kreatif, fotogenik atau instagramable, saat diunggah ke media sosial. Karenanya, pelaku pariwisata Indonesia diminta segera mengantisipasi perubahan model bisnis pariwisata berbasis digital.

"Pemikiran milenial telah membuat pola-pola perjalanan wisata yang berbeda, terutama tahun-tahun ke depan," katanya beberapa waktu lalu.



Keinginan Kemenpar dalam menggenjot 100 wisata digital di Tanah Air pada tahun ini pun mulai menampakkan hasil. Puluhan wisata digital hadir dan menjamur di berbagai wilayah yang menjadi destinasi favorit. Salah satunya Bandung sebagai tujuan favorit warga Ibu Kota kala menghabiskan libur akhir pekan.

Kota Kembang ini memiliki sedikitnya 70 destinasi wisata yang tersebar di sejumlah tempat. Maka tak heran kunjungan wisatawan ke daerah Bandung sejak Januari hingga September 2018 sudah mencapai dua juta wisatawan.

Founder wisata selfie Rabbit Town, Centrum Milliom, dan This is Me, Resti Stephanie Husada mengakui, memanfaatkan lonjakan wisatawan ke wilayah bandung dengan menghadirkan banyak spot berswafoto dengan berbagai macam konsep yang instagramable.

Untuk wisata selfie Rabbit Town, ia mengusung seni yang artistik dan contemporary bagi kaum milenial yang hobi berswafoto. Sementara konsep Centrum Milliom, dan This is Me dibuat untuk menyasar keluarga milenial yang hobi melakukan rekreasi ke kota Bandung.

Sejak dibangun pada awal 2018, wisatawan yang berkunjung khusus untuk melakukan swafoto mencapai ribuan setiap akhir pekan. Jumlah itu bisa melonjak hingga tiga kali lipat pada saat libur panjang Lebaran, natal dan tahun baru.



"Tempat wisata yang kami hadirkan ini memberikan pengalaman wisata terbaik untuk dapat dijadikan memori berharga dalam menghabiskan waktu istimewa bersama kerabat maupun keluarga. Ketiga wisata selfie ini menyajikan banyak spot berswafoto dengan berbagai macam konsep yang instagramable," kata Resti kepada Medcom.id.

Potensi wisatawan milenial ke Bumi Pasundan ini juga dimanfaatkan oleh pendiri Nara Park Bandung, Jully. Ia menggabungkan tujuh kafe dan restauran dengan keindahan alam hijau yang bernuansa cozy. Konsep tersebut diklaim mampu menggaet puluhan ribu pengunjung yang suka berswafoto bersama teman maupun keluarga.

Jully mengatakan pihaknya sengaja mendesain objek wisata kuliner bernuansa alam dengan menghadirkan belasan spot cantik yang instagramable bagi milenial. Spot-spot tersebut dapat ditemui hampir disetiap sudut kafe dan ruang terbuka di Nara Park Bandung.

"Kami mendesain Nara Park dengan kehangatan di hati. Karena kami ingin membuat setiap orang menemukan kebahagiaan dan kehangatan sebuah rumah yang akan membuat mereka nyaman dan selalu ingin kembali ke Nara Park," ungkap Jully.



Berbicara terpisah, seorang penggemar wisata selfie, Sinta, 21, mengungkapkan ia sengaja  mendatangi sejumlah obyek wisata selfie di kota Bandung untuk mempercantik tampilan feed instagramnya. Bersama empat teman lainnya, Sinta datang dari Ujung Berung dengan bermodalkan kamera smartphone.

"Baru pertama ke sini karena melihat dari instagram dan jadi ingin selfie-selfie sama teman-teman. Untungnya sesuai dengan yang ada di media sosial," kata Sinta saat bertemu Medcom.id di Bandung.

Hal serupa juga dirasakan, Handayani, 27, karyawan swasta asal Jakarta ini rela menghabiskan akhir pekan di Bandung demi menjajal sejumlah objek wisata selfie. Ia mengaku senang dapat mengunggah foto-fotonya di media sosial.

"Memang sengaja ke Bandung karena tahu dari teman-teman kalau banyak tempat untuk ber-selfie," ucap Yani.


(AHL)