Distribusi Beras Impor Tunggu Rakortas

   •    Kamis, 15 Feb 2018 09:27 WIB
impor beras
Distribusi Beras Impor Tunggu Rakortas
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id/Desi Anggriani).

Jakarta: Puluhan ribu ton beras impor telah tiba di sejumlah daerah. Di Jakarta, misalnya, beras sebanyak 41 ribu ton asal Vietnam telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Secara bertahap, beras itu akan masuk ke gudang Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) di Sunter.

Direktur Pengadaan Perum Bulog Andrianto Wahyu Adi mengungkapkan mungkin beras dari pelabuhan Ibu Kota itu akan masuk secara menyeluruh ke gudang Bulog dalam waktu delapan hari ke depan.

"Kalau seperti di Priok, misal bongkar 5.000 ton sehari, dibawa pakai trailer 20 ton, artinya 250 perjalana truk trailer sehari. Delapan hari paling cepat baru selesai," ujar Andrianto kepada Media Indonesia, Rabu, 14 Februari 2018.

Ia juga menekankan gelontoran beras yang telah dan akan tiba hingga akhir Februari mendatang seluruhnya akan masuk ke gudang-gudang Bulog dan tidak akan langsung dilempar ke pasar hingga benar-benar dibutuhkan. Penggunaan beras impor itu pun harus melalui persetujuan rapat kordinasi terbatas (rakortas) terlebih dahulu.

Sebelumnya, 10 ribu ton beras impor juga telah masuk ke gudang Bulog di wilayah Nusa Tenggara Timur dan 6.000 lainnya sudah berada di gudang Divisi Regional Banten. Dengan begitu, total beras impor yang sudah berada di gudang Bulog ialah 57 ribu ton. Saat ini, lanjut Andrianto, ada tiga kapal lain yang tengah menuju Indonesia. Masing-masing membawa 20 ribu ton beras ke Tanjung Perak (Jawa Timur), 20 ribu ton ke Pelabuhan Panjang (Lampung), dan 4.750 ton masuk melalui Pelabuhan Tanjung Benoa (Bali).

Andrianto mengungkapkan pihaknya menyebar beras impor ke beberapa daerah untuk menekan biaya distribusi yang terbilang mahal, terlebih pada musim hujan seperti saat ini. "Menggerakkan barang kan tidak semudah menggerakkan uang dan ada risiko barang bisa rusak," ujarnya.

Dari wilayah Banyumas, diwartakan, harga gabah kering panen (GKP) mulai turun dari Rp5.000 per kg menjadi Rp4.000 per kg. Untuk harga beras dari Rp12 ribu per kg menjadi Rp11 ribu per kg. (Media Indonesia)


(AHL)


Analis: Krisis Turki Bisa Tekan Rupiah ke Level Rp14.700/USD

Analis: Krisis Turki Bisa Tekan Rupiah ke Level Rp14.700/USD

2 hours Ago

Nilai tukar rupiah menghadapi tekanan jual yang tinggi karena krisis ekonomi di Turki menggangg…

BERITA LAINNYA