Kementan Kucurkan Rp100 Miliar ke Petani Barito Utara

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 15 Nov 2017 18:07 WIB
kementerian pertanianjagung
Kementan Kucurkan Rp100 Miliar ke Petani Barito Utara
Kementan Kucurkan Rp100 Miliar ke Petani Barito Utara. (FOTO: dokumentasi Kementan)

Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengucurkan bantuan Rp100 miliar atau 50 ribu hektare (ha) tanaman jagung serta lima traktor roda empat, empat alat panen jagung.

Arman pun meminta Kabupaten Barito Utara untuk fokus mengembangkan tanaman jagung. "Saya sudah lihat dari udara tadi dengan Gubernur, ketika mau ke sini," ujar Amran, seperti dikutip dalam siaran persnya, Rabu 15 November 2017.

Andi yang didampingi Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran dan Anggota Komisi IV DPR RI dapil Kalteng Hamdani, disambut Bupati Kabupaten Barito Utara Nadalsyah dan masyarakat adat Barito dengan upacara "Potong Hompong" sebelum melakukan Panen Jagung.

Mentan, saat berdialog dengan petani Kabupaten Barito Utara, menanyakan berbagai bantuan pemerintah yang sudah diterima, apakah dapat membantu usaha petani, serempak dijawab sangat membantu. Demikian juga harga jagung yang cukup baik ditingkat petani kabupaten Barito Utara sekitar Rp3.000 hingga Rp3.200 per kg.

Amran menyampaikan semua itu dilakukan karena kecintaan Presiden terhadap rakyat khususnya petani Indonesia. "Bapak Presiden yang perintahkan semua ini untuk petani Indonesia. 'Jangan pernah sakiti petani', itu pesan bapak Presiden," ujar Amran.

Mengakhiri sambutan dan dialognya, mentan meminta seluruh aparatur daerah melalui Forkopimda agar bersinergi mengawal, kegiatan yang difokuskan kepada petani dan masyarakat ekonomi lemah.

Bupati Barito Utara Nadalsyah menyampaikan terima kasih atas nama seluruh masyarakat kabupaten Barito Utara yang berjumlah 152 ribu jiwa.

"Kami berterima kasih kepada Mentan, dengan Upsus Pajale, yang sangat menggairahkan petani Barito Utara, sejak beberapa waktu belakangan harga karet turun, petani berpindah pada tanaman jagung, dan semua merasa puas bahkan saat ini petani barito sudah bisa jalan-jalan dan berbelanja perhiasan," tambah Nadalsyah.

Kabupaten Barito Utara, memiliki lahan pertanian sekitar 47 ribu ha yang terdiri dari sawah irigasi, tadah hujan dan tegalan, sedang optimalisasi lahan ada sekitar 212 ribu ha, memang selama ini kebutuhan pangan terutama beras dipasok dari  wilayah tetangga, provinsi Kalimantan Selatan.

Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, dalam sambutannya, meminta semua aparatur pimpinan daerah, sungguh-sungguh bekerja sama untuk rakyat, tindak semua oknum yang merugikan rakyat.

Dia pun meminta agar alat mesin pertanian bantuan Kementan jangan sampai nganggur, harus segera di optimalkan di lahan petani.

Sementara Anggota Komisi IV DPR RI dapil Kalteng Hamdani menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat tani Indonesia, agar mendukung program pemerintah untuk menyejahterakan ekonomi petani.

"Saya dan seluruh teman anggota komisi IV DPR terus mendukung program Pajale," pungkasnya.


(AHL)