Tiga BUMN Sinergi Bangun Wisata Teluk Nipah di Lampung

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 13 Nov 2017 19:03 WIB
bumnekonomi indonesia
Tiga BUMN Sinergi Bangun Wisata Teluk Nipah di Lampung
Gedung Kementerian BUMN (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Jakarta: PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII bersama PT PP (Persero) Tbk (PTPP) dan PT Patra Jasa menjalin kerja sama untuk membangun dan mengoperasikan kawasan wisata Teluk Nipah. Realisasi kerja sama ini terjadi setelah tiga perusahaan melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Langkah kerja sama mempunyai tujuan dalam ‎mengoptimalkan aset yang dimiliki oleh PTPN VII di kawasan Teluk Nipah, Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, seluas 820,47 hektare (ha). Pengembangan kawasan wisata ini dinilai berpeluang positif karena tersedia akses jalan provinsi, Pelabuhan Bakauheni, dan penyelesaian jalan tol di 2018.

Menurut Direktur Keuangan PTPP Agus Purbianto‎, kondisi alam di sekitar daerah tersebut juga sangat baik dalam menduung kegiatan pariwisata. Apalagi, wisata ini nantinya akan didukung oleh banyaknya tempat penginapan dan akses yang mudah karena terdapat sejumlah moda transportasi.

‎Kawasan di sana pantai dan bukit untuk menghasilkan suasana berbeda di berbagai daerah sekitar. Pantai dan batuan yang menjorok ke laut sepanjang 2.000 meter yang sangat cocok untu menjadi hiking track dan selfie sport area," kata Agus, ditemui di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin 13 November 2017.

Dari kerja sama ketiga belah pihak, Agus mengaku, memiliki peranan masing-masing. PTPN VII selalu pemilik lahan dan pemegang izin, PTPP selaku pengembang dan kontraktor, sedangkan Patra Jasa selaku operator kawasan wisata Teluk Nipah.

"Harapan kami akan terlaksananya kerja sama dalam rangka pembangunan dan pengoperasian kawasan wisata Teluk Nipah diharapkan menumbuhkan sinergi antar BUMN dalam wisata, sehingga apa yang diharapkan dapat terwujud dan saing menguntungkan semua pihak," terang Agus.

Nantinya, lanjut Agus, masing-masing perusahaan akan berkolaborasi dalam menyusun feasibility study (FS). Setelah adanya ‎FS, maka akan ada tahapan pengembangan yang dijalankan seperti apa. "Nanti alternatif dan kemungkinan pengembang-pengembang seperti apa yang akan kita kembangkan di sini," tutur Agus.

Terkait masalah dana, Agus belum mau membuka secara gamblang. Karena, terlalu cepat ketika memberikan gambaran dana investasi yang akan digelontorkan dalam membangun kawasan wisata Teluk Nipah.  ‎"Tergantung hasil kajian. Tentunya kita akan berkomitmen sukseskan program pengembangan kawasan di Nipah ini," pungkas Agus.


(ABD)