Indef: Kenaikan TDL Sumbang Penurunan Daya Beli

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 10 Nov 2017 19:16 WIB
daya beli masyarakat
Indef: Kenaikan TDL Sumbang Penurunan Daya Beli
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Jakarta: Daya beli masyarakat yang turun dinilai karena harga-harga kelompok yang diatur pemerintah meningkat. Indef mengatakan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) paling dominan menyumbang penurunan daya beli masyarakat.

‎"Mulai dari TDL itu cukup mempengaruhi, terutama untuk masyarakat yang golongan 40 persen ke bawah, di mana mayoritas adalah bukan di kota-kota besar. Itu yang menyebabkan kenapa daya beli kita melambat," ungkap Peneliti Indef ‎Ahmad Heri Firdaus ‎di kantor Indef, Jakarta, Jumat 10 November 2017.

Tak hanya itu, ujar Heri, rendahnya harga komoditas seperti crude palm oil (CPO) dan batu bara di tahun lalu juga menjadi salah satu faktor mempengaruhi daya beli masyarakat. Menurut dia, masyarakat di daerah banyak mengandalkan pendapatannya dari sektor komoditas itu.

"Otomatis pendapatan mereka juga berkurang dan ujung-ujungnya mempengaruhi daya beli," ungkap dia.

‎Dalam mengatasi lemahnya daya beli, dia mengimbau pemerintah menjalankan beberapa langkah. Hal pertama, ‎menjaga stabilisasi harga kebutuhan pokok.

Kedua, p‎emerintah juga perlu menjaga sebisa mungkin agar tidak menaikan harga dari kelompok barang-barang yang dapat diatur pemerintah, mulai dari listrik, BBM, sampai gas.

"Kalau salah satu naik, ‎m‎aka akan menimbulkan kenaikan harga-harga yang lain. Jadi intinya itu yang perlu dilakukan," pungkas dia.


(AHL)