Ketua idEA: Masyarakat Indonesia Jangan Anti Teknologi Asing

Siti Yona Hukmana    •    Sabtu, 03 Feb 2018 17:09 WIB
e-commerce
Ketua idEA: Masyarakat Indonesia Jangan Anti Teknologi Asing
Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Aulia E Marinto. (FOTO: medcom.id/Siti Yona)

Jakarta: Perkembangan teknologi di Indonesia yang makin masif masih belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Bahkan tak semua orang bersikap positif terhadap perkembangan teknologi itu.

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Aulia E Marinto mengaku dirinya tidak antiasing dan tidak boleh antiasing. Jika masih memiliki pemikiran antiasing, maka energi akan tersedot ke arah negatif.

"Mari kita fokuskan bagaimana melihat teknologi asing untuk bisa dimanfaatkan, dapat membantu kita lebih banyak, serta bisa memberikan keuntungan untuk negara kita," kata Aulia dalam sebuah diskusi di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 3 Februari 2018.

Menurutnya ada dua hal dalam keuntungan mengadaptasi perkembangan teknologi yang semakin maju yakni langsung (direct) dan tidak langsung (indirect).

"Direct itu bersifat transaksi. Misalnya pajak. Kita bisa menghimpun biaya pajak dari asing tersebut. Anjuran membeli produk lokal juga termasuk transaksi. Indirect, negara asing datang ke Indonesia dan memberikan multiplayer efek," jelasnya.

Menurut dia hal ini perlu dirumuskan. Dia mengatakan kehadiran teknologi asing bisa membawa investasi ke dalam negeri. Sehingga harus dimanfaatkan dengan berbagai cara.

"Kecuali masyarakat tidak ingin berada di lingkungan itu (digital). Jadi yang saya harapkan adalah memang dalam konteks datangnya asing kita harus memberikan kemunculan keberpihakan," ujarnya.

"Industri Kelas Menengah (IKM) dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) lokal tidak ada urusan asing di sini, tapi kita harus memberikan keberpihakan," pungkasnya.

 


(AHL)