Perkembangan Industri Asuransi Syariah Dinilai Cukup Potensial

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 08 Mar 2018 11:45 WIB
asuransi syariah
Perkembangan Industri Asuransi Syariah Dinilai Cukup Potensial
Pakar ekonomi syariah Muhamad Syakir Sula. (FOTO: dokumentasi Prudential)

Jakarta: Perkembangan industri asuransi syariah di Indonesia dinilai masih cukup potensial pada tahun ini. Apalagi minat masyarakat akan asuransi syariah terbilang tinggi meski masih di bawah keinginan untuk memiliki asuransi yang berbasiskan konvensional.

Berdasarkan riset Sharia Consumer Survey 2016 yang dilakukan oleh Nielsen, sekitar 4.000 responden di 10 kota besar dengan target audience dari kalangan menengah atas menunjukkan, sebanyak 47 persen responden ingin membeli asuransi konvensional dan 40 persen asuransi syariah.

"2017 industri asuransi syariah tumbuh dengan kuat. Asuransi Syariah di Asia Pacific, equity fund-nya mencapai 26,6 persen. Indonesia terbaik dalam pertumbuhannya," kata Director Corporate Communication & Sharia Prudential Nini Sumohandoyo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis, 8 Maret 2018.

Dirinya menambahkan, pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi membuka peluang perkembangan asuransi syariah yang tinggi juga. Tak hanya itu, peningkatan industri asuransi jiwa syariah diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, yang diprediksi bakal semakin berkembang.

Pakar ekonomi syariah Muhamad Syakir Sula menyampaikan, peningkatan industri asuransi jiwa syariah diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut dia, kinerja asuransi jiwa syariah akan semakin berkembang pada 2018 dan menjadi pilihan proteksi dan investasi masyarakat.

"Industri syariah dalam lima tahun belakang ini terus tumbuh. Bukan hanya industri fashion syariah, makanan halal, tapi juga perbankan dan asuransi. Perlahan industri syariah menjadi lifestyle. Ini era baru, dengan dukungan dari pemerintah saya yakin industri ini akan tumbuh," jelas dia.

Namun begitu masih ada kendala utama industri asuransi syariah yaitu permodalan dan sumber daya manusianya. Untuk itu denyan adanya Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo diharapkan asuransi syariah dapat semakin berkembang.

"Ini peluang besar untuk asuransi syariah. Beberapa tahun lalu, asuransi syariah belum diminati, penetrasi rendah. Tapi, begitu Prudential masuk dalam industri asuransi syariah ini pertumbuhannya signifikan sampai 100 persen lebih," pungkasnya.

 


(AHL)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

6 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA