Panen Raya di Tuban, Tim Sergap Bayar Tunai di Sawah

M Studio    •    Kamis, 08 Feb 2018 18:56 WIB
berita kementan
Panen Raya di Tuban, Tim Sergap Bayar Tunai di Sawah
Tim Sergap membayar tunai gabah langsung dari petani.

Tuban: Sejak awal Februari 2018, Tuban telah memasuki panen raya. Harga gabah semula Rp5.800-Rp6 ribu, kini turun menjadi Rp4.500-Rp4.600 per kilogram.

"Harga ini setiap hari terus turun karena semakin banyak panen," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tuban Murtadji saat panen raya di Kecamatan Soko, Tuban, Jawa Tengah, Rabu, 8 Februari 2018.

Di lokasi panen ini dominan padi Ciherang dengan hasil tujuh hingga delapan ton per hektare.

"Pengalaman pahit tahun lalu musim panen raya harga gabah maksimal cuma Rp3.200. Terima kasih ini Pak Mentan Andi Amran Sulaiman proaktif sekali, langsung menggerakkan Tim Serap Gabah Petani (Sergap) terdiri Dandim, bersama Distan, BRI, dan Bulog. Tim Sergap sudah membawa uang tunai Rp41 juta beli gabah di sawah ini," jelas Murtadji.

Hasil panen di sawah seluas 185 hektare di Desa Mojoagung dan 89 hektare di Desa Kendalrejo, semua akan dibeli Tim Sergap dalam seminggu ke depan.  Tim Sergap juga akan membeli gabah di desa dan kecamatan lainnya.

Hadir dalam acara panen raya di Desa Kendalrejo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, yakni Direktur Jenderal Tanaman Pangan Sumardjo Gatot Irianto, Aster Kasad Mayjen TNI Supartodi, Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein, wakil dari Bulog, Bank BUMN, PT PKG, dan para petani.

"Produksi pagi di Tuban pada 2017 sebesar 620 ribu ton, dikonsumsi penduduk Tuban 40 persennya. 60 persen sisanya surplus sebesar 250 ribu ton beras dipasarkan ke daerah lain," kata Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein

Februari ini panen padi di Tuban seluas 10 ribu hektare dan Maret 22 ribu hektare. "Data ini valid. Kami prihatin bila ada beras masuk (impor) akan berdampak pada anjloknya harga petani," ujarnya.

Dalam Rakor Tim Sergap yang dipimpin Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah disepakati target Sergap se-Jawa Timur sebesar 10 ribu ton gabah per hari dengan dana disiapkan BRI Rp84 miliar.  Guna memperlancar panen digerakkan Brigade Panen dengan 1.056 unit combine harvester dan 428 power thresher. Satu unit combine harvester mampu panen empat hingga lima hektare per hari.

Pada 22 Januari, saat panen raya di Kecamatan Kanor, Bojonegoro, Gubernur Jawa Timur Sukarwo mengatakan stok beras di Jawa Timur berlebih. Februari surplus 660 ribu ton.

"Produksi setahun 8,7 juta ton beras, surplusnya hingga 5,1 juta ton dan mampu memasok 15 provinsi lain," kata Sukarwo.


(TRK)