Fintech Diyakini Bakal Lebih Berperan dalam Perekonomian RI

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 10 Oct 2017 18:53 WIB
bank indonesia
<i>Fintech</i> Diyakini Bakal Lebih Berperan dalam Perekonomian RI
Illustrasi. MI/ARYA MANGGALA.

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) meyakini jika peran dari industri financial technology (fintech) kian meningkat dalam perekonomian. Salah satunya adalah membuka akses bagi masyarakat yang selama ini tidak terjangkau oleh industri jasa keuangan.

Direktur Kepala Program Elektronifikasi dan Keuangan Inklusif BI, Pungky P. Wibowo mengakui potensi yang dimiliki oleh fintech begitu besar. Namun regulator tetap dituntut agar memberikan kesetaraan agar industri keuangan dan fintceh bisa saling bersinergi.

"Fintech pertumbuhannya sangat pesat. Potensi pertumbuhan bisnis sangat besar. Pelaku industri harus tanggap dengan hal ini. Kita harus menciptakan fair play," ujarnya dalam sebuah diskusi di kawasan Semanggi, Jakarta, Selasa 10 Oktober 2017.

Dirinya menambahkan, kehadiran fintech dengan berbagai inovasinya tentu akan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat. Apalagi salah satu layanan yang diberikan oleh fintech adalah pembiayaan yang mungkin tidak semua bank bisa memberikannya.

Pungky menyebutkan jika kondisi ini akan mempercepat perputaran uang terutama di berbagai daerah. Kondisi ini tentunya akan berdampak positif terhadap produk domestik bruto (PDB) yang tentunya perekonomian nasional yang terangkat.

Meski begitu, BI akan tetap memberikan lingkungan yang kondusif untuk fintech agar tidak menimbulkan kerugian. Hal ini dimaksudkan agar prinsip kehati-hatian tetap terjaga serta menjamin stabilitas sistem keuangan nasional.

"Tapi fintech perkembangan pesat harus dibarengi regulasi yan kondusif, impact-nya akan terasa. Konsekuensinya peraturan yang mendorong dan prudent dan ketiga menciptakan iklim bisnis yang kondusif," pungkasnya.


(SAW)