Bulog Sulteng Gencarkan Operasi Pasar Tekan Gejolak Harga

   •    Senin, 15 Jan 2018 07:06 WIB
operasi pasarstok berasbulog
Bulog Sulteng Gencarkan Operasi Pasar Tekan Gejolak Harga
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rahmad)

Palu: Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Sulawesi Tengah (Sulteng) selama sepekan terakhir ini menggencarkan operasi pasar di pasar tradisional di daerah setempat. Langkah itu dilakukan untuk menekan gejolak harga beras di pasaran dan harapannya nanti bisa meringankan beban masyarakat.

"Kami sudah melakukan operasi pasar khusus beras," kata Kepala Perum Bulog Divre Sulteng Khozin, seperti dikutip dari Antara, di Palu, Senin, 15 Januari 2018.

Ia mengatakan langkah itu dilakulan sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan pemerintah untuk menjaga ketahanan stok dan harga beras di pasaran yang pada awal 2018 mengalami kenaikkan. Pemerintah telah menginstruksikan Bulog di semua daerah termasuk di Sulteng untuk menggelar operasi pasar khusus beras karena harga kebutuhan tersebut cenderung naik.

"Kami sudah laksanakan oprasi pasar dimaksud di semua kabupaten dan kota di Sulteng dengan menggempur pasar tradisional dan menjalin kerja sama dengan pedagang beras menjual beras yang ada di Gudang Bulog," kata dia.

Beras yang dijual Bulog di pasar-pasar jenis medium yang banyak dibutuhkan masyarakat menengah ke bawah. Harganya relatif murah dibandingkan dengan beras yang selama ini dijual pedagang di pasar. Bulog menjual beras medium Rp8.500 per kg sedangkan di pasaran harga beras sejenis mencapai Rp9.000an per kg.

Langkah ini sebagai upaya dan solusi tepat menjaga dan menekan gejolak harga beras di tingkat pengecer. Ia meminta semua Sub-Bulog di kabupaten di Sulteng untuk mendukung langkah pemerintah menstabilkan harga beras di pasaran yang rata-rata mengalami kenaikan karena dipicu belum tibanya panen raya.

"Karena panen belum berlangsung, suplai beras ke pasar-pasar berkurang sementara permintaan masyarakat meningkat," pungkasnya.


(ABD)