Menteri Amran Dialog dengan Sopir hingga Petugas Taman

Tri Kurniawan    •    Kamis, 11 Jan 2018 16:24 WIB
berita kementan
Menteri Amran Dialog dengan Sopir hingga Petugas Taman
Menteri Amran Sulaiman berdialog dengan petugas taman di kantor Kementan. Foto: Medcom.id/Tri Kurniawan

Jakarta: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berpesan kepada semua pegawai di lingkungan Kementerian Pertanian agar bekerja sebaik mungkin. Kalau ada masalah, Amran membuka ruang dialog dengan semua pegawai.

Siang tadi, Kamis, 11 Januari 2018, Amran makan siang bersama sopir, petugas kebersihan, pramusaji, dan petugas taman di kantor Kementerian Pertanian. Dia minta acara dilaksanakan di taman tak jauh dari Gedung A, kantor Kementerian Pertanian, Jalan R.M. Harsono, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Pukul 10.30 WIB, lebih dari 100 orang terdiri dari sopir, petugas kebersihan, pramusaji, dan petugas taman, sudah bersila di karpet abu-abu. Semua menghadap karpet warna-warni yang disediakan untuk Amran. Sebelum makan siang bersama, Amran ingin mendengar aspirasi dari para petugas tersebut.

Sekitar 30 menit kemudian, Amran datang sambil sesekali mengelus perut sebelah kanan. Sebenarnya Amran sedang kurang sehat. Dokter menyarankannya istirahat tujuh hari.

"Tujuan hidup ini bermanfaat dan beriman. Antara bapak-bapak dengan saya tidak ada bedanya. Kalau jadi pejabat yang adil, pejabat yang jujur, insyaAllah amalannya baik. (Tapi) kalau tidak adil, tidak jujur, itu lebih kencang larinya masuk neraka," kata Amran membuka pertemuan santai tersebut.



Amran melanjutkan, dahulu pramusaji sempat unjuk rasa. Amran memutuskan memindahkan atasan para pramusaji. Setelah itu, tidak ada lagi protes dari pramusaji. "Jangan ada keluhan lagi."

"Petugas kebersihan bagaimana? Ini baju kuning apa?"
Amran mengajak dialog petugas taman yang seragamanya berwarna oranye.

"Berapa pakaian dinasnya?"

"Satu," celetuk beberapa petugas taman.

"Kalau dicuci bagaimana?" si petugas taman belum sempat menjawab, Amran kembali mengelus-elus perut.

"Saya tidak lama, ini belum sehat betul. Tapi karena aku terbiasa kerja, aku juga kangen sama Anda," ujar Amran.

Amran meminta jajarannya membelikan lagi seragam petugas taman dengan kualitas lebih baik. Setelah itu, Amran berdialog soal gaji dengan petugas kebersihan.

Menurut Amran, gaji petugas kebersihan sudah baik. Dia berharap, pegawai bekerja tidak semata-mata karena gaji, tetapi harus ikhlas.

"Dahulu gaji saya Rp150 ribu per bulan. Ikhlas saja kerja, toh jadi menteri. Ikhlas saja kalian bekerja, bisa jadi menteri. Toh, takdir ini tidak ada yang tahu," tutur Amran.

Dari belakang Amran, seorang staf kementerian menyebut gaji mereka akan dinaikkan. Amran mendukung rencana itu.

Lalu, jajaran Kementerian Pertanian mempersilakan  Amran duduk di karpet yang di tengahnya sudah disediakan bantal. Dia menolak.

"Pulangkan ini karpet, supaya dekat diskusinya," tegas Amran.



Amran menyampaikan, dirinya sengaja meluangkan waktu untuk mendengarkan aspirasi sopir, petugas kebersihan, pramusaji, dan petugas taman. Amran yakin, capaian Kementerian Pertanian saat ini karena ada andil mereka, sekecil apapun.

"Karena kalian semua aku pertanggungjawabkan di akhirat. Dunia ini sementara, menteri ini sementara, mungkin tidak lama lagi."

Setelah hampir satu jam berdialog, Amran dan para petugas tersebut makan bersama dengan menu nasi padang. Pertemuan ini diakhiri pembagian kaos bertuliskan Negara Hadir, Swasembada & Petani Sejahtera.

Amran, sopir, petugas kebersihan, pramusaji, dan petugas taman mengenakan kaos tersebut, lalu foto bersama. Dalam kesempatan ini, Amran tidak mau berbicara soal isu impor beras dan kenaikan harga beras. Menurutnya, Kementerian Pertanian fokus meningkatkan produksi petani.


Amran foto bersama pegawai di Kementan.


Amran saat kunjungan kerja ke sawah di Karawang.


(TRK)