Pelabuhan Batuampar Kalah Bersaing dengan Singapura

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 19 May 2017 18:11 WIB
pelabuhaninvestasi di batam
Pelabuhan Batuampar Kalah Bersaing dengan Singapura
Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro. (FOTO: MTVN/Anwar Sadat)

Metrotvnews.com, Batam: Badan Pengusahaan (BP) Batam saat ini fokus untuk membenahi infrastruktur Pelabuhan Batuampar Batam. Selain kedalaman, BP Batam juga akan memperpanjang dermaga agar mampu disandari kapal-kapal berukuran besar.

"Kami mengupayakan untuk mempercepat pembangunan Pelabuhan Batuampar. Alur dan kedalamannya kini tak memadai sehingga harus diperdalam. Kami sudah membuat master plannya," ungkap Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro, di Kantor BP Batam, Jumat, 19 Mei 2017.

Selain itu, kata Hatanto, BP Batam juga sedang mempelajari tawaran dari Asian Development Bank (ADB) untuk pengucuran pendanaan sebelum proyek pembangunan pelabuhan ditenderkan ke multi nasional. Hatanto mengatakan, fasilitas pelabuhan harus segera dibenahi agar mampu dilayari kapal-kapal kontainer berukuran besar.

Selama ini, kapal yang masuk ke Batam paling tinggi hanya mampu mengangkut 100 kontainer, sementara pelabuhan di negara tetangga seperti Singapura mampu disinggahi oleh kapal dengan ukuran 5.000 TEU yang mampu mengangkut hingga 3.000-5.000 kontainer.

"Perlu diketahui, sampai saat ini hampir seluruh industri di Batam berorientasi ekspor. Karena ekspor, maka fasilitas pelabuhan harus dibenahi. Saat ini, Pelabuhan Batuampar sangat kecil dan tidak terpelihara sehingga saatnya perlu dibenahi," kata Hatanto.

Bila tidak dibenahi, ungkap Hatanto, cost yang harus ditanggung oleh pengguna jasa cukup tinggi. Dia mengumpamakan, bila ada sebuah perusahaan membeli bahan mentah dari luar negeri untuk diproses di Batam maka bahan mentah yang diangkut menggunakan kontainer bersama ribuan kontainer lainnya itu tidak bisa langsung masuk ke Batam.

"Masuknya harus ke Singapura dulu karena pelabuhan di sana lebih besar dan memadai. Dari Singapura, barulah kontainer tadi diangkut menggunakan kapal-kapal kecil untuk masuk ke Batam," urainya.

Begitupun sebaliknya, sambung Hatanto, industri di Batam tidak bisa langsung mengekspor produknya ke negara tujuan. "Produk mereka harus diangkut menggunakan kapal kecil menuju Singapura, setelah itu dari Singapura barulah bisa diekspor ke negara tujuan," jelas Hatanto.

Deputi 5 BP Batam Gusmardi Bustami menambahkan, dengan kondisi pelabuhan saat ini, biaya distribusi yang ditanggung pengguna jasa terbilang tinggi. Untuk membawa kontainer ukuran 20 feet rute Batam-Singapura, biaya yang harus dikeluarkan sebesar USD500.

"Angka ini sangat mahal dibandingkan di tempat (negara) lain. Satu-satunya solusi untuk bisa menekan angka (biaya) tersebut adalah membenahi pelabuhan. Kita upayakan pelabuhan bisa diperbesar dan alurnya diperdalam lagi," kata Gusmardi.

Jika pembangunan pelabuhan tersebut terealisasi, tambah Gusmardi, kapal-kapal pengangkut kontainer berukuran besar tidak perlu lagi singgah di Singapura tetapi bisa langsung masuk ke Batam.

"Itu target kami. Ini salah satu komitnen kami untuk memberikan pelayanan dan kemudahan kepada industri dan juga pengguna jasa. Nilai total investasi pelabuhan mencapai sekira Rp500 miliar lebih," ujarnya.

Sekretaris Menteri Koordinator Perekonomian Lukita Dinarsyah Tuwo mendukung rencana BP Batam untuk membenahi Pelabuhan Internasional Batuampar Batam. Karena kondisi pelabuhan saat ini sudah tidak memadai guna mendukung kegiatan ekspor industri-industri yang ada di Batam.

"Kami mendukung agar mampu mendorong peningkatan investasi di Batam. Terkait dengan tarif pelabuhan yang masih ada perbedaan antara pengguna jasa dengan BP Batam nanti akan kami bahas bersama dengan Kementerian Perhubungan," pungkasnya usai melakukan pertemuan dengan pimpinan BP Batam dan Tim Teknis Dewan Kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas Batam di Kantor BP Batam, Jumat, 19 Mei 2017.


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

4 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA